Gapura, NU Online Sumenep
Rihlad Sanad Perjuangan para Pengelola merupakan salah satu serangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-18 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT NU Jawa Timur. Mereka menyasar ke beberapa pesantren di Jawa Timur yang merupakan tempat asal para pengelola menimba ilmu.
Khusus untuk pengelola BMT NU Jatim alumni Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura, mereka rihlah ke pesantren tersebut. Sesuai dengan tajuk agenda, para pengelola sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, KH. A. Munif Zubairi, dalam rangka menguatkan sanad perjuangan. Ahad, (12/6/2022).
Ketua Pengawas BMT NU Jawa Timur, Kiai Fathol Bari menegaskan bahwa mayoritas pengelola BMT NU adalah berlatarbelakang atau alumni pondok pesantren. Itulah sebabnya kegiatan rihlah tersebut penting dilakukan..
“Nilai-nilai kepesantrenan selalu menjadi dasar utama pengabdian pengelola di BMT NU. Barakah Nasy’atul Muta’allimin sangat luar biasa dirasakan oleh pengelola,” ungkapnya.
Di hadapan para pengelola BMT NU Jatim, Kiai Munif mengingatkan bahwa setiap amal yang dilakukan ditentukan oleh niatnya. Maka, membiasakan diri melakukan hal-hal positif yang berpengaruh positif pada diri sendiri akan mengasah kepribadian untuk semakin baik.
“Perbuatan positif yang mendasar adalah kejujuran dan keikhlasan. Menumbuhkan sifat jujur dan ikhlas dalam setiap pengabdian sangat penting. Karena nilai manusia bukan ditentukan oleh finansial, melainkan ruhaninya,” ujarnya mengawali penyampaian.
Anjuran untuk selalu bersyukur juga ditekankan oleh Kiai Munif, sebab mengabdi di BMT NU Jatim manfaatnya akan terus mengalir hingga ke anak cucu.
Di kesempatan itu, Kiai Munif juga mengamanatkan beberapa amalan untuk pengelola, agar dapat menumbuhkan manfaat dalam kehidupan bila konsisten diamalkan. Berikut amalan khusus dari KH. A. Munif Zubairi kepada para pengelola BMT NU Jatim:
- Istiqamah untuk mengamalkan Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. Minimal 41 kali setelah Maghrib dan Subuh. Bila mampu setiap usai shalat 5 waktu. Bila lebih mampu lagi, istiqamah 100 kali. Atau 170 kali bila mampu istiqamah. Bahkan bila jauh lebih mampu, dibaca 313 kali. Khusus dalam kesulitan yang amat rumit, dibaca 1000 kali.
- Hasbunallah Wani’mal Wakil dibaca sebanyak 45 kali. Jika mampu 450 kali. Setelah Maghrib dan Subuh.
- Laahaula wa laa quwwata illaa billah hil ‘aliyyil ‘adzim setelah maghrib dan subuh sebanyak 50 kali, jika kuat setelah maghrib 100 kali, jika bisa 100 kali setelah maghrib maka subuh tidak perlu.
- Setiap hari kelahiran, bersedakah kepada anak yatim seikhlasnya.
- Shalawat Kamaliyah
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ عَدَدَ كَمَالِ اللَّهِ وَكَمَا يَلِيْقُ بِكَمَالِهْ
Shalawat ini dibaca istiqamah setiap hari 10 kali. Pahalanya sama seperti orang membaca shalawat 100.000 kali
Editor: A. Habiburrahman

