Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Siti Khadijah Gugus Depan 08. 172 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk memperingati Hari Jadi (Harjad) Ke-XI, Ahad (10/04/2022) di halaman kampus putri setempat.
Kegiatan ini diawali dengan Upacara Adat Racana Siti Khadijah, Bakti Sosial (Baksos), ziarah makam Pahlawan, pemotongan tumpeng, bagi-bagi takjil, dan buka puasa.
Nasihatul Maghfirah selaku Penasehat UKM Pramuka Instika mengatakan, penting untuk memperingati hari jadi. Pasalnya para kader akan tahu terhadap rekam jejak berdirinya Pramuka di Instika Guluk-Guluk.
“Maka kami rasa sangat perlu untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu, khususnya perintis agar dijadikan referensi dan dapat ditiru oleh para generasi, selanjutnya” katanya.
Selain itu, mengokohkan kembali janji-janji yang telah kami buat selama berproses di Pramuka.
“Dengan harapan agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya tertera dalam sebuah untaian kalimat saja,” tambah Sihah santriwati Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa itu.
Dirinya dan seluruh jajarannya memiliki komitmen tinggi agar gerakan Pramuka tidak hanya dijaga dan dipelihara, tetapi dikembangkan, sehingga anggota Pramuka mampu merespon berbagai persoalan masyarakat dan bangsa sesuai situasi serta kondisinya dengan penuh kearifan.
“Kami di UKM Pramuka Instika terus menjaga dan memelihara tradisi baik para pendahulu, yaitu kegiatan peringatkan hari jadi yang dilakukan setiap tahun,” ujarnya.
Mahasiswa Pascasarjana Instika Guluk-Guluk ini juga meminta kepada para anggota Pramuka untuk memegang janji Tri Satya dengan teguh.
“Tri Satya jangan kalah populer dengan Dasa Dharma Pramuka. Trisatya yang dikenal sebagai komitmen dan konsensus sebagai janji setiap Pramuka,” pintanya.
Menurutnya, Trisatya itu terdiri dari tiga poin. Pertama, menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat. Ketiga, menepati Dasa Dharma.
Sihah juga meminta, khususnya di jajaran Pramuka di kampus untuk selalu diikrarkan sebagai sebuah janji, sehingga tiga poin tersebut senantiasa tidak hanya ada diingatan kolektif kita, tetapi juga bisa terimplementasikan dalam kehidupan.
“Pramuka harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena butir pertama dari Trisatya adalah menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, NKRI, dan mengamalkan Pancasila,” jelas santri asal Kalimantan Selatan itu.
Pendahulu kita bersikap arif, lanjutnya, sebab menyatukan yang tidak terpisahkan antara kewajiban menjalankan perintah Allah, menjaga NKRI, dan mengamalkan Pancasila.
Menurutnya, ini relevan karena Indonesia sebagai bangsa menghadapi tantangan yang beragam. “Sebagai bangsa di tengah keragaman, kita harus senantiasa memiliki komitmen yang menjadi kesepakatan bersama bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara itu berdasarkan Pancasila dalam wadah NKRI,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

