Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Membangun kemandirian jamiyah dan jamaah nahdliyyin adalah cita cita besar Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Untuk merealisasikan hal tersebut, PBNU akan menjadi fasilitator dalam membentuk program kampung nelayan berbasis pesantren.
Begitulah tausiyah yang disampaikan oleh H. Amin Said Husni, Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Guluk-guluk pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU, Rabu (23/02/2022) malam di Aula As-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah.
Pihaknya mencontohkan sebuah desa Warloka di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Barat sebagai model percontohan dalam melaksanakan program PBNU ini ke depan. Menurutnya, desa ini pantas menjadi contoh karena masyarakatnya sangat primitif.
“Sebuah desa pesisir, yang seluruh nahdliyin, seluruhnya miskin, tidak ada listrik di sana, tidak ada sarana kesehatan di sana, bahkan infastukturnya pun masih sangat memprihatinkan,” kata Mantan Bupati Situbondo ini.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini masih dirancang model kampung nelayan ini. Rencananya desa di Kabupaten Manggarai ini akan menjadi contoh bagi 90 Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia. Sebab, program ini pelaksananya adalah Pengurus PCNU setempat.
“Jadi di kampung nelayan ini juga akan dibangun pesantren. Pesanten ini akan menjadi pusat bagi pengembangan masyarakat di sekitarnya, “ tegasnya.
Dalam mensukseskan program kampung nelayan ini, PBNU hanya menjadi fasilitator sementara untuk ekseskutornya adalah PCNU sehingga diharapkan dengan adanya program ini PCNU bisa bergerak.
“Saluran program ini kita arahkan ke bawah sehingga setahap demi setahap menjadi kemandirian,” pungkasnya.
Editor : Ibnu Abbas

