Lenteng, NU Online Sumenep
Kalau kami perhatikan para pelajar, sebenarnya telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tetapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengamalan dari ilmu tersebut dan menyebarkannya.
“Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu keliru, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan,” ujar Kiai Marjuddin saat dimintai keterangan oleh NU Online Sumenep, Rabu (02/03/2022) di kediamannya Dusun Daja Songai, Desa Lembung Barat, Lenteng.
Menurut Katib Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat ini, barangsiapa yang salah jalan, tentu tersesat dan tidak dapat mencapai tujuan.
“Oleh karena itu, kami ungkapkan kepada para pelajar kiat-kiat sukses dalam menuntut ilmu agar menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat,” tuturnya.
“Pertama, niat yang harus dibenarkan. Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW, ‘Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung niatnya’,” tegasnya.
Guru Senior Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin ini juga mengingatkan, banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat karena niatnya baik. Sebaliknya, banyak perbuatan akhirat yang menjadi perbuatan dunia karena buruk niatnya.
“Kedua, para pelajar hendaklah berniat antara lain mencari ridla Allah SWT, mencari, kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri, mengembangkan agama dan melanggengkan agama Islam,” sambungnya.
Tetapi, lanjut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk ini, jika dalam meraih keagungan itu demi amar ma’ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran, dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri, maka diperbolehkan sejauh batas di mana dapat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tersebut.
“Ketiga, pelajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan, dan menguasai penguasa yang lain,” tambahnya.
Alumni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini juga menyatakan, para pelajar di masa lalu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, dan ternyata mereka meraih kesuksesan. Tetapi, para pelajar saat ini malah menentukan pilihan sendiri, akhirnya pun mereka gagal dalam menggapai cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah.

