Pasongsongan, NU Online Sumenep
Kabupaten Sumenep tak hanya dikenal dengan kebudayaan dan keseniannya, tetapi memiliki pesona alam yang berlimpah. Salah satunya goa Soekarno yang terletak di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan.
Sesuai namanya, goa tersebut merupakan bentuk kegaguman pada Sang Proklamtor Indonesia, yakni Presiden RI ke-1, Ir. H Sorkarno. Tak heran jika sampai di sana, para wisatawan akan melihat patungnya, gambar wajahnya, dan namanya dibentangkan di atas dinding goa dengan ukuran yang besar.
Selain itu, ragam ornamen goa, yakni stalaktik-stalagmit goa masih aktif meneteskan air. Bahkan ornamen gourdam, gorden dan pilar goa yang sudah mengeras, masih natural tanpa ada rekayasa tangan manusia. Hanya saja ada tambahan pernak-pernik lampu hias dan beberapa patung buatan guna menghilangkan kesan kumuh dan angker pada goa.
Saat sinar matahari masuk di rongga-rongga ornamen goa, wisatawan bergegas mengambil ponselnya untuk mengabadikan diri di beberapa spot yang ia sukai. Bagi yang suka adrenalin, pengelola menyediakan outbound yang berbentuk sepada gantung.
Uniknya, goa tersebut dilengkapi dengan cafe, bahkan bisa karakoean bersama keluarga sambil menunggu datangnya sunset atau tenggelamnya matahari di ufuk barat. Bagi perokok, pengelola menyediakan tempat khusus di ruang terbuka guna menjaga kondusifitas pengunjung. Artinya, jika seseorang masuk goa sambil menghisap rokok, maka pengunjung lainnya merasa terganggu, karena di dalam goa sedikit udara dan minimnya ventilasi udara.
Ita Chatul Minna Wachid seorang pengunjung yang berasal dari Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, mengatakan, karcis masuk hanya dikenakan Rp15.000 untuk orang dewasa.
“Murah, tak merogoh kocek yang banyak untuk masuk goa. Harganya ramah di kantong. Malahan anak-anak kami tidak dikenakan tarif oleh petugas di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senin (03/01/2022).
Menurutnya, goa anyar yang baru dikunjunginya sangat cocok dijadikan tempat wisata bersama keluarga saat liburan. Karena aksesnya mudah dilewati oleh kendaraan roda empat dan dua.
“Bagi pelancong dan traveler yang penasaran, cukup ditempuh 45 menit dari pusat kota sampai ke lokasi dengan mengendarai mobil. Sebelum masuk goa, wisatawan akan sampai ke lokasi sekitar 10 menit,” terangnya.
Dilanjutkan, saat keluar dari goa (dari parkiran), jarak tempuhnya sekitar 15 menit di hari libur nasional.
“Rugi jika warga Sumenep tak masuk ke goa Soekarno. Karena sebelum kami masuk goa, mata kami tak hanya dimanjakan dengan beberapa panorama alam, tetapi patung burung garuda besar yang menjadi icon goa tersebut. Ini yang mengingatkan kami pada perjuangan beliau yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme,” tandasnya.

