Kota, NU Online Sumenep
Keris asal Desa Wisata Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep dijadikan souvenir resmi KTT G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022. Pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin negara dengan perekonomian itu akan kembali ke negaranya dengan membawa keris buatan asli Sumenep.
Gubernur Jawa Timur, Khafifah Indar Parawansa mengungkapkan kebanggaannya karena kearifan lokal di Kabupaten Sumenep telah diakui dunia. Bahkan ia menyebut keris Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO di tahun 2005.
“Orang Jawa Timur harus berbangga karena kerajinan asal Bumi Majapahit ini menjadi souvenir para delegasi negara-negara KTT G20. Semoga keris dari desa ini dapat merambah pasar ekspor dan semakin mendunia,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (16/11/2022).
Ia berharap, dengan dijadikannya souvenir resmi KTT G20, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Sumenep untuk melestarikan dan menjaga kekayaan tersebut yang penuh dengan nilai dan filosofi tinggi.
“Dengan dijadikannya sebagai souvenir resmi KTT G20, semoga menjadi motivasi tersendiri, khususnya bagi desa tersebut untuk terus meletarikan karya yang penuh dengan nilai dan filosofi tinggi itu,” tambahnya.
Khofifah meyakini, usai perhelatan KTT G20, nama Desa Wisata Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep juga akan semakin terangkat. Apalagi, tahun 2014 lalu, desa ini juga dinobatkan oleh UNESCO sebagai satu-satunya desa wisata dengan empu keris terbanyak di dunia.
Desa ini, tambah Khofifah, juga berhasil menyabet dua gelar luar biasa. Pertama, Desa Aeng Tongtong memecahkan Rekor MURI sebagai Desa Dengan Empu Keris Terbanyak di dunia. Dan kedua, Desa Aeng Tong Tong juga dinobatkan sebagai Juara I ADWI 2022 Kategori Daya Tarik Pengunjung.
“Semoga jumlah wisatawan yang datang ke desa ini pun semakin bertambah, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

