Image Slider

Keren, Mahasiswi Instika Kelola Sampah Organik Jadi Pakan Ternak

Ganding, NU Online Sumenep

Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk Sumenep menggelar kegiatan pengolahan sampah organik. Kegiatan itu dipusatkan di Gedung 3R Mawar Merah Desa Ketawang Larangan Ganding Sumenep, Senin (08/08/2022).

Menurut penuturan Musyarrofah selaku Ketua Posko III KKN Integratif Instika mengatakan bahwa sampah organik tersebut dikelola menjadi pakan maggot, kemudian maggot ini dijadikan pakan ternak untuk beragam jenis macam hewan seperti  lele, ayam, sapi, dan lainnya.

“Kegiatan ini adalah pengolahan sampah organik melalui sistem biokonversi black soldier fly (BSF). Manfaatnya yaitu mengurangi sampah organik, mengurasi polusi, dan ramah lingkungan, dan meningkatkan nilai ekonomi, dan memiliki protein tinggi sebagai pakan ternak,” katanya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Selasa (9/8/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa proses pengolahan ini berawal dari sampah organik kemudian digiling menjadi bubur sehingga menghasilkan pakan maggot. Maggot inilah yang bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi menjadi pakan ternak seperti sapi, ayam, lele, burung, bebek, kucing, kambing, dan hewan lainnya.

Kegiatan yang melibatkan pengelola Badan Usaha Miliki Desa (Bumdes), Kepala Pasar, Rumah Makan dan Puskesmas ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Pasalnya, Desa Larangan Ganding memang dikenal sebagai desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi seorang peternak.

“Semoga dengan adanya peternakan maggot ini dapat membantu perekonomian masyarakat khususnya Bumdes dan dapat membantu peternakan di desa Larangan Ganding karena mayoritas masyarakat Larangan Ganding memang menjadi peternak,” pungkasnya.

Pewarta : Musyarrofah

Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga