Pragaan, NU Online Sumenep
Wali Songo merupakan sosok kharismatik yang sampai ditiru oleh Nahdliyin dan Nahdliyat. Sebab merekalah yang pertama kali mengenalkan Maulid Nabi Muhammad SAW kepada warga.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, KH A Junaidi Mu’arif saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Laok, Jum’at (5/11/2021) di masjid Al-Ikhlas Moccol, Dung Laok, Pragaan Laok.
“Mengagungkan Nabi tak harus di bulan Rabiul Awal, tetapi setiap hari kita mengagungkannya. Seperti di momen acara ranting yang bersifat diniyah,” ujarnya.
Selain itu, dirinya mengapresiasi acara tersebut. Sebab baru pertama kali ranting mengadakan maulid yang mengatasnamakan NU. Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu berharap agar kegiatan tahunan ini terus ada.
“Pohon besarnya adalah NU. Adanya masjid, mushala, dan madrasah bermula dari NU. Jadi NU tak bisa dipisahkan,” ungkapnya.
Kemudian beliau menegaskan, NU berdiri melalui ulama yang menyandang predikat auliya’.
“NU besar bukan karena kita yang saat ini menjadi pengurus, tetapi ada ulama besar atau muassis. Beliau minal mukhlisin. Jenis apapun kegiatan tanpa didasari dengan agama, maka tak akan lama,” tutur tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung.
Selanjutnya, melalui keikhlasan, NU sampai akhir zaman akan memberi manfaat pada seluruh umat manusia. Oleh karenanya, masuklah ke rombongan besar ulama agar selamat dan bersama-sama satu rombongan Nabi dan muassis.
“Porsi ibadah kita tidak sempurna. Lewat NU lah bisa mengantarkan manusia ke surga. Untuk itu, kami berharap pada pengurus ranting untuk memassifkan gerakan sosial dan ekonomi agar keberadaan NU benar-benar ada dan menyapa wong cilik. Niatkan mengabdi untuk ibadah agar mendapat syafaat Nabi dan barokah muassis,” tandasnya.
Acara dihadiri oleh Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), MWCNU, PRNU, dan seluruh Badan Otonom NU, serta kepala desa bersama perangkatnya.

