Bluto, NU Online Sumenep
Bersamaan dengan Hari Lahir (Harlah) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa ke-36, Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa se-Kabupaten Sumenep dapat melaksanakan pelantikan yang sempat tertunda Pandemi. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep, KH Abd Muiz Ali Wafa, Ahad (23/01/2022) di aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep.
“Menurut pemahaman kami, Pagar Nusa terus berkembang seiring perjuangan ulama yang berjuang mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Terlebih wadah ini dilahirkan oleh ulama,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Dalam upaya membesarkan Pagar Nusa, lanjutnya, pihaknya telah mencanangkan program prioritas. Yakni, penguatan kelembagaan, peningkatan penyebaran dan prestasi santri.
“Untuk penguatan kelembagaan, progresnya adalah di wilayah daratan sudah terbentuk 19 PAC. Adapun sisanya dalam proses, yaitu 2 PAC di daratan dan 3 di kepulauan. Sedangkan di tingkat desa, ada 25 Pimpinan Ranting (PR), dan 27 Pimpinan Rayon (PR) di pondok pesantren dan lembaga pendidikan,” terangnya.
Tak hanya itu, untuk peningkatan penyebaran kader, keanggotaan Pagar Nusa terdiri dari perseorangan dan kelembagaan. Oleh karenanya, progres yang dapat dilaporkannya adalah hampir seluruh kepengurusan yang terbentuk memiliki tempat latihan atau padepokan dan santri binaan serta ratusan anggota di setiap PAC, PR dan Rayon.
“Demikian pula, penyebaran kelembagaan tidak kurang 15 kelompok pencak silat tradisional sudah bergaung dan menyatakan diri sebagai anggota Pagar Nusa di bawah koordinasi PAC dengan mengadakan latihan bersama,” ungkap mantan Wakil Bupati Sumenep itu.
Prestasi dan kapasitas kader, tambahnya, adalah keberadaan pelatih. Kiai Muiz melaporkan, Pagar Nusa memiliki 9 pelatih muda dan 30 asisten pelatih yang dibekali kemampuan seni bela diri yang ia dapatkan dari beberapa pelatihan yang dihelat oleh Pimpinan Wilayah (PW).
“Sejumlah pelatih yang sejak awal eksis di beberapa perkumpulan pencak silat tradisonal di berbagai aliran, kini menyatakan diri bergabung dalam wadah Pagar Nusa. Di bawah binaan majelis pendekar, kemampuan pelatih diasah agar memberikan layanan terbaik agar santri mencapai prestasi dan memperoleh penghargaan, walaupun belum mencapai puncaknya,” pungkasnya.
Editor: Abd Warits

