Bluto, NU Online Sumenep
Lima mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah (ES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk melaksanakan kegiatan magang pertamanya di Toko Sentra Batik Tulis Al-Barokah Pakandangan Tengah, Bluto pada Senin (24/01/2022).
Recananya, mereka akan magang selama kurang lebih satu bulan, belajar menerapkan materi-materi dan beberapa teori perokonomian yang didapat dari kampusnya dan dipraktikkan di dunia lapangan kerja.
Hal ini juga untuk memenuhi tugas praktik lapangan dari kampus mereka. “Untuk menerapkan materi-materi perkuliahan kami di lapangan kerja, kami mencoba mengamalkan ilmu yang kami peroleh di bangku kuliah,” kata Anggi Puji Lestari salah satu mahasiswa Instika Guluk-Guluk itu.
Tampak hadir untuk menerima kedatangan mereka yaitu bapak Taufan Febriyanto, pemilik Sentra Batik Tulis Al-Barokah. Beliau menegaskan bahwa hampir sekitar 60 persen pembatik di Desa Pakandangan Tengah menjual batiknya kepadanya.
“Ada 63 pembatik yang bekerja sama dengan saya,” kata Taufan.
Taufan sendiri tidak hanya menampung batik buatan warga desa. Di halaman rumahnya seluas 50 meter persegi, ia juga memproduksi batik-batik khas Madura. Hampir semua batik yang mereka buat berupa batik tulis. Bagi mereka, batik tulis merupakan warisan nenek moyang yang harus dipertahankan.
“Makanya kami tidak ada yang memproduksi batik cap,” ujar Taufan.
Cukup banyak jenis dan motif batik yang mereka produksi. Di antaranya motif Karpotean. Yakni, gambar dahan, daun, dan bunga dengan warna cerah, seperti hijau, merah, dan kuning. Selain itu, ada juga motif terang bulan dengan gambar kelopak-kelopak bunga yang didominasi warna cokelat kehitam-hitaman.
Selain kain, mereka juga memproduksi pakaian jadi, seperti kemeja dan gaun bermotif batik. Harga jualnya berbeda-beda tergantung motifnya. Kemeja batik bermotif kasar, misalnya, dijual Rp40.000 per helai.
“Sementara yang paling mahal mencapai Rp750.000 lebih,” tandasnya.
Dirinya juga mengaku senang dengan kehadiran mahasiswi Instika untuk melaksanakan magang di toko miliknya guna belajar membatik dan membantu meningkatkan pelayanan.
“Kami senang dengan hadirnya lima mahasiswi ini. Harapan agar mereka dapat menimba ilmu berupa belajar cara membatik guna menjadi bekal bagi mereka kelak ketika sudah berkecimpung di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggi Puji Lestari mengatakan kesan pertama ketika dirinya magang tentunya sangat menyenangkan. Hal ini terjadi karena dirinya baru pertama kali ke toko batik dan belajar membatik sendiri.
“Kami sendiri senang karena akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman membatik. Di sini, kami diajarkan membatik. Mulai dari menggambar ke kain putih lalu diwarnai sesuai selera hati serta diwarnai kembali untuk kelanjutan warna motif batiknya. Di samping itu, diajari juga dalam hal memasarkan hasil batik yang diproduksi,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Silviatin Nuriyah yang juga salah satu peserta magang berharap agar kegiatan ini menjadi momentum baik bagi mereka untuk belajar lebih dalam lagi tentang membatik.
“Kami berharap, agar bisa dalam hal membatik dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari nantinya” pungkasnya.
Editor: Firdausi

