Kota, NU Online Sumenep
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep, Kiai Moh Shalehuddin wafat pagi ini di kediamannya, Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Ahad (22/5/2022).
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai A. Subairi Karim menceritakan bahwa almarhum merupakan sosok yang sederhana, dermawan dan juga ikhlas dalam mengabdi. Bahkan, tidak jarang membantu sesama bila dalam kesulitan, tanpa pamrih.
“Pak Salehuddin pribadi yang sederhana dan dermawan. Selalu terlihat nyabis kepada kiyai sepuh secara rutin. Bahkan teman yang kesulitan beliau ikhlas memberi. Berbuat tanpa pamrih dan senyap. Apa yang baik untuk organisasi NU yang bisa dilakukan tidak didiskusikan, tapi langsung dilakukan,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.
Selain itu, lanjut dia, Kiai Shaleh selalu hadir ke rapat-rapat termasuk mendampingi penguatan ranting yang menjadi tugasnya. Beberapa kali ia selalu bertanya lokasi konsolidasi ranting dilaksanakan, jika memungkinkan iapun hadir.
“Beliau pernah datang ke jadwal Haul Muassis NU di salah satu MWC, ternyata salah jadwal. Acaranya sudah berlalu, tapi beliau kembali pulang tanpa keluh kesah,” ujarnya.
Di sela-sela aktivitasnya sebagai kepala Sekolah SMAN Batuan Sumenep, ia juga aktif membentengi generasi NU dalam menangkal paham sesat, intoleran, dan radikalisme dalam beragama. Hal itu terlihat dalam beberapa isi sambutannya dari satu mimbar, ke mimbar lainya.
“Beliau juga selalu mengambil peran penerima tamu di setiap acara NU, sangat memperhatikan tamu. Dia selalu mengantarkan sendiri snack ke meja tamu,” ujarnya.
Diceritakan Kiai Subairi, almarhum juga pernah memberikan Jas NU kepada beberapa pengurus NU. “Saat saya pakai jas NU hijau, beliau tiba tiba minta dibikinkan 6 buah jas NU beberapa ukuran. Saya tanya untuk siapa? Almarhum bilang nanti saja jawabnya. Ternyata beliau berikan untuk beberapa petinggi NU,” terangnya.
Sebelum meninggal, Kiai Shaleh masih sempat memimpin shalat Subuh berjamaah. Kemudian memulai aktivitas pagi hari dengan jalan-jalan sembari menggendong cucu kesayangan. Sesampainya di rumah tetangga, beliau duduk santai sambil menikmati makanan ringan. Tidak lama dari itu, Kiai Shaleh wafat dalam keadaan duduk.
Diketahui, jenazah almarhum Kiai Shaleh akan dikebumikan pukul 15.00 WIB, Ba’da Shalat Ashar.
Editor: Ibnu Abbas

