Gapura, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Gapura massifkan Kompolan Dindung yang dilaksanakan secara anjangsana di masing-masing ranting. Kini giliran Pimpinan Ranting (PR) Panagan menjadi tuan rumahnya yang memfasilitasi pertunjukan atraksi para pendekar guna menampilkan gerakan seni beladiri dan beberapa ilmu kanuragan.
Kiai Tirmidzi Mas’ud, Ketua PSNU Pagar Nusa Gapura menjelaskan, selain unjuk kebolehan seni beladiri dan beberapa linuih para pendekar. Acara tersebut juga diisi dengan pengajian keagamaan dan amaliyah ke-NU-an, seperti tawasulan, tahlilan, doa bersama dan sejenisnya.
“Anggota kami biasa menyebut Kompolan Dindung yang dihelat setiap bulan sekali secara bergiliran. Artinya, kegiatan tersebut dilaksanakan dari ujung barat Desa Poja hingga ujung timur Desa Grujugan,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep di lokasi kegiatan, tepatnya di kediaman Atmawi, Rabu (09/06/2022).
Dikatakan pula, kompolan ini merupakan ajang silaturahim antar sesama pengurus guna menguatkan ukhuwah An-Nahdliyah dan konsolidasi pengurus.
“Pagar Nusa bukan perguruan, melainkan wadah Pesilat warga NU yang ada di akar rumput yang memberikan warna tersendiri dalam menjaga ulama dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karenanya, kami dikenal pendekar serba hitam,” tegas Kiai Tirmidzi.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk menerangkan, perjuangan di Pagar Nusa lebih berat daripada badan otonom lainnya. Karena PSNU akan mengakomodir semua usia, dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga usia 75 tahun ke atas.
“Kami senang sekali jika ada salah satu Nahdliyin yang usianya 50 tahun ke atas, masih berkenan melatih raga dan rasa di Banom NU yang dirintis oleh KH Abdulloh Maksum Jauhari,” tandasnya.
Editor : Firdausi

