Image Slider

Ketua ISNU Sumenep Raih Gelar Doktor, Ini Disertasinya

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumenep, KH Mohammad Hosnan kini sudah berhak menyandang gelar doktor. Perjuangan panjang harus ia lakukan untuk meraih predikat tertinggi di dunia pendidikan tersebut.

“Kami masuk Program Doktoral di Universitas Islam Negeri (UIN) Mulana Malik Ibrahim Malang sejak tahun 2015 atas dorongan istri tercinta dan keluarga,” katanya saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep, Kamis (09/06/2022) di kediamannya, Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Guluk-Guluk.

Meski begitu, para pimpinan dan civitas akademika Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk tetap menjadi motivasi utama dalam melanjutkan pendidikan. Kini perjuangan panjangnya berbuah manis pada akhir perkuliahan dengan meraih gelar doktor di usia. “KH Abbadi Ishomuddin yang menjadi Rektor Instika waktu itu juga mendorong kami,” tuturnya.

Doktor di bidang Pendidikan Agama Islam Berbasis Studi Interdisipliner Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini dalam desertasinya mengangkat tentang Pendidikan Islam Wasathiyah Dalam Pesantren Online (Studi Situs di Pondok Pesantren Annuqayah dan Pondok Pesantren Nurul Islam Sumenep).

“Karena kedua pesantren tersebut merambah jalan baru dalam melakukan pendidikan Islam wasathiyah kepada publik melalui media sosial. Media yang dimiliki yaitu Infoku (Annuqayah) dan Nuriska.id (Nurul Islam),” tegas Wakil Rektor II Instika Guluk-Guluk itu.

Menurut Rektor Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk ini, kedua media yang telah dimiliki pesantren tersebut dapat menjawab tantangan di era digital. “Berbagai strategi telah ditempuh guna mempertahankan, mengembangkan, dan menyebarkan pendidikan Islam wasathiyah melalui produk dan beragam konten unggahan,” tandasnya.

Kiai Husnan pun mengungkapkan temuan (novelty) dari disertasinya. Pertama, nilai Islam Wasathiyah yang disyiarkan Annuqayah dan Nurul Islam melalui media sosial meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti radikalisme, dan kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal.

“Kedua, strategi Annuqayah dan Nurul Islam menghadapi tantangan di era digital yaitu penyatuan dan terpusat, pembentukan redaksi, rekrutmen redaksi, pelatihan redaksi, profil wartawan, kontrol konten, menindaklanjuti komentar, dan mematenkan alur kerja redaksi guna merespon tantangan baik internal maupun eksternal,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, Ketiga, efektivitas Infoku dan Nuriska.id dilihat dari produk unggahan dan respon publik. Respon publik dapat diketahui dari jumlah subscriber YouTobe. “Subscriber YouTube (Infoku 5,98 ribu, Nuriska.id 2,49 ribu). Followers Instagram (Infoku 4.746, Nuriska.id 1.201). Like Fanspage Facebook (Infoku 11.442). Anggota Grup Facebook (Infoku 12.120), Pengunjung Website (Infoku 30/bulan), like, jumlah ditonton, dan dislike,” terangnya.

Ia juga membeberkan temuan baru yang terdapat dalam disertasinya, yaitu memperkokoh diversifikasi istilah pesantren online dan pesantren virtual serta bentuk baru modifikasi penyebaran Islam wasathiyah di pesantren. “Annuqayah dan Nurul Islam termasuk kategori pesantren online yang efektif,” jelasnya.

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berharap bahwa penelitian dan implementasi dari pendidikan Islam wasathiyah senantiasa bisa dikembangkan dan dikaji lebih intensif.

“Juga disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan pondok pesantren diharapkan beradaptasi dengan kemajuan sistem digital hari ini dengan mengisi ruang publik di media online,” tukasnya.

“Sehingga pondok pesantren online pun bisa dilakukan dengan efektif dan untuk mensukseskan dan membimbing masyarakat dalam memahami pendidikan Islam wasathiyah, Islam Rahmatan lil Alamin, srta Islam yang berbasis Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja),” lanjutnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak bahwa ISNU Sumenep ini bisa aktif, eksis, dan tentu dibutuhkan regenerasi pengurus yang dinamis. “Dengan demikian, ISNU Sumenep ini dapat maju, berkembang, dan mewadahi para sarjana NU di Sumenep dalam mengaktualisasikan pengetahuannya untuk mencapai visi dan misi NU yaitu Islam Aswaja yang Rahmatan lil Alamin,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Kusuma Bangsa Guluk-Guluk ini.

Ia juga berharap, ke depan agar para pengurus ISNU Sumenep dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kita juga mendeklarasikan bahwa ISNU Sumenep adalah organisasi di bawah naungan NU yang konsen dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat di segala bidang. Baik itu dalam bidang pemberdayaan masyarakat pedesaan maupun lainnya,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga