Image Slider

Gambus Al-Berkelumayanan Meriahkan Harlah Majelis Shalawat Nariyah

Saronggi, NU Online Sumenep

Kelompok Gambus Al-Berkelumayanan dari Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan memeriahkan malam puncak Hari Lahir (Harlah) Ke-1 Majelis Shalawat Nariyah Laskar Agung Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Rabu Malam (08/06/2022).

K. Ali Ridha, Ketua Majelis Shalawat Nariyah Laskar Agung Desa Talang, Saronggi mengatakan, penampilan mereka membawa lagu-lagu tradisional Melayu-Arab dengan diiringi tarian Bandara.

“Musik gambus Melayu merupakan salah satu genre seni musik yang lahir dari perpaduan budaya Timur Tengah dan Melayu. Di Sumenep, aliran musik ini bukan genre baru, tetapi telah hadir sejak ratusan tahun lalu seiring bertumbuh kembangnya etnis Arab di bumi Sriwijaya,” katanya.

Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk ini menegaskan, masyarakat etnis Arab juga memiliki perilaku, kebiasaan, maupun keakraban terhadap masyarakat Sumenep.

“Beberapa etnis Arab yang ada di Sumenep dapat dikatakan sebagai minoritas. Akan tetapi, ada beberapa etnis (suku) Arab yang memunculkan identitas estetik masyarakat dengan mempertunjukan kesenian-kesenian mereka, salah satunya etnis Arab yang mempertahankan kebudayaan mereka melalui kesenian musik gambus,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Assarqawi Desa Talang, Saronggi ini menambahkan, genre musik di Sumenep adalah perpaduan musik gambus klasik, musik gambus Melayu, dan musik gambus modern. “Aliran seni musik ini kerap dilantunkan dalam berbagai hajatan warga Sumenep, mulai dari kelahiran, khitanan, hingga pernikahan,” jelas alumnus Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu.

K. A Rafiq Bahreen, Ketua grup Gambus Al-Berkelumayanan Desa Pakamban Laok, Pragaan mengungkapkan bahwa musik gambus di Sumenep merupakan salah satu genre musik yang khas dan unik karena diringi tarian Bandara.

“Tarian bandara ini ada tiga pola yang biasa kita pakai yakni tari melayu (zapin), tari Arab asli, dan pola zaipe. Kami juga membawakan lagu-lagu romantis dan penuh motivasi dalam bahasa Arab,” ujarnya usai pementasan.

Sebelum manggung, grup yang terdiri dari 7 personil itu memerlukan latihan selama satu minggu. “Sebetulnya tampil tidak tampil kita tetap latihan. Namun untuk pentas malam ini, kami butuh waktu latihan selama seminggu dalam mempersiapkan semuanya,” tuturnya.

Lantas, ia melanjutkan, dengan menampilkan 20 lagu mampu membuat pengunjung terpukau dengan iringan musik dan tarian mereka. “Tampak para pengunjung kala memasuki halaman tidak lepas memandang ke arah panggung,” pungkasnya.

Editor: A. Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga