Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pangarangan Kecamatan Kota menggelar Lailatul Ijtima’ pada Rabu (8/2/2022) malam kemarin. Acara rutin bulanan tersebut bertempat di rumah Bapak Amir Hamzah, daerah setempat.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini dihadiri oleh jajaran PRNU setempat mulai dari unsur Syuriah maupun Tanfidziyah. Seperti biasa, acara dikemas dengan acara pembacaan yasin dan tahlil juga ceramah agama serta keorganisasian.
Hadir sebagai penceramah pada kesempatan tersebut yaitu K. Jumandi, S.Pd. Dalam tausiyahnya, K. Jumandi menyampaikan bahwa manusia mempunyai empat permata. Empat permata tersebut harus senantiasa dijaga agar manusia selalu berada di jalan yang benar.
“Permata yang pertama adalah akal, dengan akal kita bisa membedakan antara yang hak dan yang bathil. Jika akal sehat hilang maka akan timbul amarah, dan amarah tdk akan melahirkan kebaikan,” tegas beliau dalam penyampaiannya.
Adapun yang kedua, permata itu berupa agama. “Dengan agama kita ada aturan, jika orang terjangkiti penyakit hasad maka agamanya akan hilang. Permata yang ketiga adalah rasa malu. Tanpa adanya rasa malu, kita akan tamak dan rakus layaknya hewan.”
“Sedangkan permata yang terakhir yaitu amal shaleh. Dengan amal shaleh kita akan diselamatkan di akhirat kelak. Tapi permata ini akan hilang bila seorang muslim membicarakan kejelekan orang lain,” pungkasnya.
Sementara itu, KH.Mohammad Rasyid, M.Pd.I Sekretaris MWCNU Kota Sumenep yang turut serta pada kegiatan tersebut menyampaikan harapannya. “Dengan adanya Lailatul Ijtima’ diharapkan kita bisa dapat menghidupkan Sunnah Nabi agar kita lebih dekat dengan beliau.”
Editor: A. Warits Rovi

