Nonggunong, NU Online Sumenep
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sokaramme Timur, Kecamatan Nonggunong Sapudi, turut memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-99. Selasa (8/2/2022). Di kesempatan itu, KH. Abd. Karim yang bertindak sebagai penceramah mengulas sejarah berdirinya NU.
Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong tersebut menjelaskan bahwa embrio lahirnya NU tidak lepas dari adanya peran penting Syaikhona Muhammad Cholil Bin Abdul Lathif Bangkalan. Melalui salah seorang santrinya, KH. As’ad Syamsul Arifin, Kiai Cholil meminta untuk mengantarkan tongkat kepada Hadratussyeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
“Tangan kanan Kiai As’ad di atas, dan tangan kirinya di bawah pada saat menerima tongkat dari Syaikhona Kholil. Selama perjalanan, oleh sebagian orang, Kiai As’ad dikira orang gila, ada pula yang mengira wali,” ungkapnya menceritakan.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Zainur Ridla itu lantas mengatakan bahwa selang empat bulan, Kiai As’ad kembali disuruh mengantarkan sebuah tasbih dengan wirid Ya Jabbar Ya Qahhar kepada Kiai Hasyim di Tebuireng Jombang.
“Lalu beliau berkata, sengkok tolos majagaah jam’iyah Nahdlatul Ulama (aku telah direstui untuk mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama),” dawuh Kiai Hasyim seperti dikisahkan KH. Abd. Karim.
Dari kedua isyarat tersebut, menurut KH. Abd. Karim, mengisyaratkan bahwa tongkat merupakan simbol pegangan atau sandaran. Sementara tasbih mengisyaratkan bahwa mudah bagi orang untuk masuk NU, namun sulit untuk keluar dari NU.
“Sebagaimana dawuh Kiai Azaim, siapa yang akan menghancurkan NU, maka ia akan hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu, marilah kitap tetap semangat dan kompak dalam berkhidmat di NU,” pintanya.
Kiai Karim, begitu ia akrab disapa, kemudian meminta kepada seluruh warga NU dan masyarakat pada umumnya, serta aparatur pemerintah desa untuk turut serta dalam memeriahkan serangkaian Harlah NU ke-99 yang diselenggarakan oleh MWCNU Nonggunong.
Hal itu menurutnya bagian dari memupuk semangat dalam berkhidmat di NU dengan memeriahkan momentum hari lahirnya.
Sementara itu, Kiai Marzuki, salah seorang Pengurus Ranting NU Sokaramme Timur menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menyambut Harlah NU ke-99.
“Semoga amal panjennengan dicatat amal shaleh oleh Allah SWT. Semoga kita mendapat barokah dari para muassis NU,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung di kediaman Kiai Mas’odi, salah seorang warga NU setempat itu diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah, Istighatsah, pembacaan Ya Jabbar Ya Qahhar dan Tahlil bersama. Kemudian dipungkasi dengan tausiyah ke-NU-an oleh KH. Abd. Karim.
Editor: Ibnu Abbas

