Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Lembaga Pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain dan dapat mengantarkan anak didiknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun ke dunia kerja.
Demikian penjelasan Fathor Rachman saat mengisi penyajian dalam materi ‘Manajemen Pendidikan Islam’ pada kegiatan Enrichment Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Ahad (15/05/2022) di aula setempat.
“Dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan teknis yang sangat diperlukan oleh dunia usaha dan industri, lembaga seperti ini merupakan pembaga pendidikan yang diminati masyarakat karena mutunya yang baik,” jelasnya.
Alumni MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini menegaskan, lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang senantiasa diperlukan oleh masyarakat sepanjang waktu. Tetapi tidak semua lembaga pendidikan diminati masyarakat.
“Beberapa lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin menurun baik jumlah siswa maupun kualitasnya pada akhirnya tutup. Sebaliknya tidak sedikit lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin populer dan semakin maju,” tegas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.
Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Instika Guluk-Guluk ini mengungkapkan, beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pengelola lembaga pendidikan untuk menciptakan lembaga pendidikan yang baik dan bermutu.
“Langkah pertama yaitu selalu memperhatikan dan mengidentifikasi keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang terkait antara lain, siswa dan orang tua, menyediakan pelayanan yang baik dengan hasil lulusan yang berkualitas, berbudi luhur, terampil, dan bertanggungjawab,” ungkapnya.
Alumni Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini juga menyatakan, komunitas yang terlibat di dalamnya memerlukan lingkungan kerja yang sejuk, nyaman, dan kondusif untuk pengembangan diri.
“Pendidik dan tenaga kependidikan, membutuhkan kesejahteraan yang baik, jaminan kesehatan, dan keselamatan. Investor, mengharapkan reputasi lembaga pendidikan yang baik. Juga institusi lain membutuhkan tenaga kerja yang bersaing dan siap pakai,” tambah Fathor.
Menurutnya, selain hal-hal di atas, untuk mengelola lembaga pendidikan diperlukan sistem manajemen yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan ataupun pelatihan yang dilakukannya, supaya bisa bersaing di era sekarang ini yaitu optimasi marketing secara digital.
“Dari hal itu, diharapkan agar bisnis bisa menarik lebih banyak konsumen dan cepat berkembang. Caranya yaitu perlu dilakukan strategi pemasaran online yang tepat. Misalnya promosi di sosial media (Sosmed) dengan menyertakan hastag, endors, dan lain-lain,” terang alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Annuqayah Guluk-Guluk itu.
“Memenuhi kebutuhan pasar
pelaku bisnis harus mampu membaca apa yang dibutuhkan oleh pasar. Kebutuhan Pendidikan pada umumnya seperti konten pembelajaran, metode pengajaran, waktu pembelajaran, harga, fasilitas yang disediakan, serta pendidik yang kompeten,” tandasnya.
Di samping itu, lanjutnya, membuka layanan pembelajaran online. Karena sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Layanan online juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan bisa menjadi alternatif pembelajaran yang fleksibel dan sejumlah penyesuaian jika membuka layanan online.
“Konten pembelajaran bisa di digitalisasi menjadi modul-modul Pdf dengan visual menarik maupun format video dengan penjelasan dan tutorial lengkap,” jelasnya.
Alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini juga menambahkan, membuat kurikulum berkualitas. Kurikulum harus disusun sedemikian rupa supaya bisa memberikan pendidikan berkualitas.
“Porsi praktik dan teori harus diseimbangkan. Jika model bisnisnya adalah kursus, kebutuhan industri juga perlu menjadi pertimbangan penting. Pasalnya, orang-orang yang mengambil kursus, kebutuhan utamanya biasanya untuk meningkatkan kompetensi supaya bisa bersaing di industri,” ungkap Fathor.
Di samping itu, sambung alumni Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ini, menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Metode pembelajaran menjadi salah satu indikator kualitas pendidikan.
“Metode pembelajaran harus bisa menyampaikan materi pendidikan secara efektif. Jika materi bisa dicerna dengan baik oleh peserta didik, maka outputnya akan baik juga,” lanjutnya.
“Lembaga pendidikan bisa menarik lebih banyak peminat jika track recordnya positif, dengan output Sumber Daya Manusia (SDM) yang sukses. Upaya metode pembelajaran bisa disampaikan dengan efektif, butuh tenaga pengajar yang kompeten dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Tenaga pengajar juga harus bisa melakukan mentoring pada peserta didik,” ulasnya.
Di akhir penyampaiannya, ia juga menjelaskan, meningkatkan reputasi. Cara yang efektif untuk meningkatkan reputasi adalah dengan mencetak lulusan terbaik. “Reputasi positif akan terbentuk secara otomatis jika lembaga pendidikan sudah terbukti berhasil mencetak SDM unggulan,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

