Image Slider

Lesbumi NU Pragaan Hidupkan Seni Khat Pesantren Lewat Lomba Kaligrafi Kontemporer

Pragaan, NU Online Sumenep

Goresan huruf Arab kembali menari di atas kanvas pesantren. Di tengah derasnya arus digital, Lesbumi Visual Art MWCNU Pragaan menghadirkan kembali denyut seni klasik pesantren melalui Lomba Kaligrafi Kontemporer yang digelar di Aula MWCNU Pragaan lantai dua, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang diselenggarakan MWCNU Pragaan. Berbagai agenda keagamaan, edukatif, dan kebudayaan tengah berlangsung sepanjang Oktober sebagai bentuk refleksi atas tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Menurut Musyfiqur Rahman dari Lesbumi Visual Art, lomba kaligrafi ini bukan hanya ajang kompetisi seni, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk menjaga tradisi pesantren agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

“Kaligrafi adalah dzikir yang divisualkan. Melalui lomba ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat berkesenian santri dan menghubungkannya dengan dunia modern,” ujarnya.

Peserta lomba berasal dari berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam se-Kecamatan Pragaan. Mereka menampilkan karya dengan ragam gaya — dari khat klasik hingga kaligrafi kontemporer — yang memadukan nilai estetika Islam dan kreativitas modern.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang memiliki latar belakang seni kaligrafi dan khat Arab. Selain menilai keindahan bentuk huruf, dewan juri juga menitikberatkan pada makna filosofis dan keutuhan pesan yang terkandung dalam karya para peserta.

Sekretaris Panitia Hari Santri Nasional MWCNU Pragaan, Mahdi, menuturkan bahwa seluruh kegiatan HSN di Pragaan memiliki semangat yang sama, yakni meneguhkan identitas santri sebagai penjaga nilai, ilmu, dan budaya.

“Kami ingin peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tapi momentum untuk meneguhkan peran santri sebagai penjaga peradaban,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lesbumi Visual Art berharap seni kaligrafi tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, melainkan terus hidup di tangan-tangan kreatif santri masa kini — santri yang menulis keindahan, bukan hanya dengan tinta, tetapi juga dengan karya dan keteladanan.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga