Pasongsongan, NU Online Sumenep
Setiap libur Ramadhan, santri dituntut menggunakan waktunya dalam hal yang positif dan bermanfaat demi menjaga akhlak kesantrian yang telah ditanamkan. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk dengan menyantuni anak yatim yang berdomisili di Desa Lebeng Timur, Pasongsongan, Sabtu (08/04/2023).
Para santri yang mengatasnamakan organisasi Ikatan Santri Pantai Utara (Iksaputra) Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu membuka open donasi semenjak hari pertama liburan.
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, KH Mohammad Shalahuddin A Warits telah merekomendasikan kegiatan-kegiatan santri saat di pesantren, yaitu kegiatan yang bakal dihelat oleh organisasi daerah. Meskipun ia tidak mewajibkan mengadakan kegiatan liburan di tingkat organisasi daerah.
Abd Warits selaku Koordinator Daerah Pengurus Simpul Alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa mengapresiasi kegiatan ini.
“Agar santri mempunyai kegiatan yang ‘sehat’ ketika berlibur, maka dibutuhkan niat dan semangat yang bulat. Keistiqamahan yang tetap dipertahankan santri dari tahun ke tahun inilah membuat santri yang lain tertarik untuk terlibat,” ungkapnya.
Senada dengan apa yang menjadi spirit organisasi, santri pun terus meningkatkan kedisiplinan dalam berlibur. Tidak hanya berlibur, lanjutnya, tidak hanya mempunyai kegiatan positif, kegiatan ini menyentuh sisi kemanusian masyarakat.
Moh Faiqul Khoir, Ketua Iksaputra menyatakan, kegiatan tahunan ini berlangsung di setiap Kecamatan Pantai Utara. Untuk tahun ini dipusatkan di Kecamatan Pasongsongan.
Diceritakan, tepat pukul 09.30 WIB santri mulai berkeliling ke pelosok desa membawa bingkisan berupa sembako, alat tulis, dan sejumlah uang.
Pada kesempatan itu Kepala Dusun turut berpatisipasi mengantar santri ke rumah anak yatim. Terhitung ada 15 anak yatim yang menerima bingkisan. Salah satu anak yang ditemui terlihat ceria menerimanya.
“Alhamdulillah kak, saya sangat senang sekali atas pemberian ini. Semoga (santunan) dibalas pahala oleh Allah SWT. Amin,” doanya anak yatim itu.
Di kesempatan berbeda, Abpaisol, Kepala Desa Lebeng Timur sangat senang bila kegiatan ini diletakkan di desanya. Menurutnya, santri bisa berbaur dengan masyarakat.
“Banyaknya kegiatan seperti ini di akar rumput, membuat masyarakat merasakan betul dampak dari keberadaan pesantren atau paling tidak mereka sedikit terbantu dengan liburan santri,” tandas Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini.
Santunan anak yatim ini selesai pada sekitar pukul 12.00 WIB. Akses jalan yang lumayan sulit yang dilalui menyebabkan lamanya pelaksanaan. Namun tidak sedikitpun mengurangi semangat Pengurus Iksaputra untuk sampai ke rumah-rumah anak yatim.
Tidak lepas pula dari berbagai kebiasaan yang telah diterapkan di pesantren, Pengurus Iksaputra juga mengkampanyekan anti plastik. Tampak mereka membungkus bingkisan dengan tas yang tidak sekali pakai.
“Dalam segala hal kami sangat tekankan, termasuk menjaga almamater pesantren dan tidak terkecuali untuk tidak membuat sampah,” ujar Moh Faiqul Khoir selaku Ketua Iksaputra yang berasal dari Ambunten.
Perlu diketahui, organisasi Iksaputra memiliki 4 kegiatan sosial yang sudah terlaksana selama liburan Ramadhan 1444 H, yakni Khatmil Qur’an, Santunan Anak Yatim, Bakti Sosial, dan Eco Green.
Tidak cukup sampai di situ, selesai kegiatan santunan tersebut pada pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan menyemarakkan Nuzulul Qur’an dengan Khatmil Qur’an yang terletak di salah satu kediaman santri.
Editor: Firdausi

