Lenteng, NU Online Sumenep
Peringatan Hari Lahir (Harlah) hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kepedulian di tengah-tengah masyarakat.
Semangat kepedulian tersebut digelorakan oleh Pengurus Persatuan Santri Lenteng (Persal) Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep dengan menyalurkan santunan kepada 5 anak yatim dan kaum dhuafa.
Kegiatan ini dikemas dalam acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-44 Persal. Penyaluran santunan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa yang berlokasi di Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Ahad (17/04/2022).
Hadir di antaranya, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, KH Muhammad Ali Fikri, alumni Persal, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan.
Ketua Persal, Faishol Anam mengatakan, dalam acara ini pihaknya menyalurkan santunan kepada anak yatim di Desa Banaresep Timur, Lenteng.
“Tujuannya untuk membantu kesejahteraan anak yatim. Harapan ke depan para anak yatim ini betul-betul bisa bersekolah sampai cita-citanya berhasil. Sehingga menjadi anak yang membanggakan dan berguna, terutama bagi agama, nusa, dan bangsa,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, selain santunan kepada anak yatim, juga membagikan sejumlah paket sembako kepada kaum dhuafa. “Setiap kaum dhuafa mendapatkan santunan berupa sembako dan uang tunai,” ungkap Anam.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, KH Muhammad Ali Fikri juga turut memberikan apresiasi kepada pengurus Persal demi atas suksesnya acara santunan anak yatim ini.
“Kami mengapresiasi acara yang telah dilaksanakan oleh Persal ini. Semoga dengan doa dan kebahagiaan anak-anak yatim ini, Persal bisa lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Bayu, siswa kelas V SD yang tinggal di Desa Banaresep Timur, Lenteng, saat ditemui NU Online Sumenep usai menerima santunan mengaku senang karena sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga. Sambil menahan sedih ia bercerita, ayahnya telah meninggal sejak ia masih sekolah TK.
“Terima kasih pengurus Persal, uangnya nanti mau saya buat beli jajan, sisanya akan saya tabung dan kasihkan ibu saya. Karena ibu saya tidak kerja,” pungkasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

