Ambunten, NU Online Sumenep
Setelah melakukan 3 kali survei lapangan sebelum pemberangkatan, mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk yang kini menjalani proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Instika memfokuskan programnya pada sektor industri rumah tangga yaitu usaha Petis.
Salah satu program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilaksanakan pada hari Kamis (11/08/2022) ini berbentuk pendampingan dan bimbingan manajemen pemasaran yang bertempat di rumah produksi Petis Pak Adam, Dusun Lebak, Desa Ambunten Tengah, Ambunten.
Pendampingan ini, dimulai pada tahap melihat secara langsung pembuatan Petis, membimbing terkait pemasaran produk, cara mengola petis, hingga pada tahap pengemasan produk.
Firzan selaku Koordinator PkM Posko 46 KKN Instika menjelaskan, pentingnya manajemen pemasaran pada suatu usaha agar bisa meningkatkan pendapatan kepada Pak Adam selaku objek pendampingan PkM.
“Harapan saya semoga ilmu yang saya punya bisa bermanfaat buat bapak dan bisa meningkatkan perekonomian keluarganya. Toh, saya juga masih belajar,” terangnya.
Chasnul Khatim selaku Ketua Posko 46 KKN Instika Guluk-Guluk menegaskan, pendampingan terhadap pelaku usaha Petis ini masih tahapan awal untuk mengenalkan manejemen pemasaran yang baik dan benar.
“Tujuannya untuk memaksimalkan potensi olahan ikan, khususnya olahan Petis. Diharapkan pendampingan ini memunculkan inovasi baru untuk meningkatkan penjualan Petis yang sebelumnya dijual secara konvensional, oleh kami diarahkan dalam segi pemasaran dengan pembuatan label dan pemasaran via online,” lanjut pemuda yang pernah menjadi Ketua DPS di MA Miftahul Ulum Lenteng Barat ini.
Sementara itu, Pak Adam selaku pemilik usaha Petis, mengaku merasa senang dengan pendampingan yang dilakukan oleh peserta Posko 46 KKN Instika Guluk-Guluk ini.
“Kami sangat terbantu dan mendapat berbagai ilmu baru yang bisa diterapkan dalam dunia usaha ke depannya. Sejauh ini kami hanya mengolah dan menjual langsung ke pembeli tanpa menggunakan manajemen pemasaran yang baik. Jadi, pendapatannya tidak begitu banyak dan tidak mencapai seperti apa yang diinginkan,” jelasnya.
Di kesempatan lain, Kepala Desa Ambunten Tengah, Hj Fatmiyatin mengungkapkan, pendampingan pelatihan tersebut membuatnya bangga terhadap gagasan cerdas mahasiswa Instika.
“Tidak cukup sampai di situ saja, peserta KKN diharapkan bisa terus menggiring Pak Adam dan produsen Petis lainnya hingga produk ini dikenal secara luas serta bisa bersaing dengan produk lokal Sumenep lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, apapun yang mendorong terhadap kemajuan desa dan tidak bertentangan dengan agama pasti akan dibantu semaksimal mungkin. “Juga, program semacam ini adalah kegiatan yang berdampak baik bagi desa,” pungkasnya.
Editor: Abdul Warits

