Image Slider

Maulid Nabi Mushalla Al-Muttaqin, KH Kholil Yasin: Perempuan Berhutang Budi Kepada Nabi

Lenteng, NU Online Sumenep  

Mushalla Al-Muttaqin Lembung Barat, Lenteng, Sumenep mengadakan acara rutin tahunan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan di lapangan sekitar Mushalla Al-Muttaqin pada Jumat (05/11/2021).

KH Sunnatullah selaku Pengasuh Mushalla Al-Muttaqin mengatakan dalam sambutannya bahwa peringatan maulid nabi ini memang konsisten dilaksanakan tiap tahunnya. “Acara maulid nabi dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya. Mengingat acara ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sarana untuk tetap mencintai serta meneladani Nabi Muhammad. Di samping itu, ada banyak hikmah yang kita akan dapatkan dari perayaan maulid ini,” tuturnya kepada seluruh hadirin.

KH Kholil Yasin penceramah kondang asal Bangkalan sebagai penceramah pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa acara maulid semestinya dirayakan setiap saat oleh umat Islam tanpa harus menunggu datangnya bulan maulid, sebab umat Islam banyak berhutang budi kepada Nabi, terutama kaum perempuan.

“Dulu, sebelum ada Nabi Muhammad SAW setiap bayi yang lahir dengan jenis kelamin perempuan dibunuh, tapi setelah ada nabi, praktik itu dihentikan oleh beliau,” jelasnya.

Adapun cara balas budi kepada nabi, menurut beliau adalah dengan mengamalkan hal-hal sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Al-A’raf ayat 157.

“Dengan cara beriman kepadanya dalam arti mengakui kenabiannya, memuliakannya, dengan mencegah siapa pun yang bermaksud buruk terhadapnya, menolongnya, mendukungnya dalam penyebaran ajaran Islam, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya yang berupa tuntunan Al-Qur’an,” tegasnya kepada seluruh hadirin.

Beliau juga membahas tentang keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW daripada umat-umat nabi terdahulu.

“Salah satu keistimewaan umat Muhammad yakni Allah membebaskan dari kesusahan dan belenggu yang pernah menimpa umat-umat sebelumnya. Allah menjadikan agama umat ini sebagai agama yang mudah dan toleran. Agama tersebut sesuai dengan fitrah manusia, agar kesinambungan dakwah terjamin dan agar agama itu kekal. Seperti disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 185, bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi umat Muhammad dan tidak menghendaki kesukaran,” ungkapnya.

Di akhir ceramahnya, beliau mengajak kepada seluruh masyarakat agar selalu ramah dan murah senyum kepada siapapun. Termasuk dalam hubungan rumah tangga.

“Di dalam rumah tangga, antara suami dan istri harus selalu harmonis. Utamanya seorang istri, harus selalu menebar senyum kepada suami. Sebaliknya, seorang suami pun demikian. Saling menghargai satu sama lain,” pungkasnya.

Pewarta: Lukmanul Hakim

Editor : Abdul Warits

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga