Image Slider

Meneladani Kiprah Kiai Muqsith di NU Sejak Muda hingga Usia 90 Tahun

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Warga NU Sumenep kembali berduka, salah seorang ulama sepuh kharismatik, KH Abdul Muqsith Idris wafat di usia 90 tahun. Kamis malam, 13 Februari 2025, atau bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban.

Kabar wafatnya Kiai Muqsith tersiar melalui pesan berantai di Grup WhatsApp sekira pukul 22.30 WIB. Menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Moh Anwar Sumenep setelah sebelumnya berjuang melawan penyakit yang diderita.

Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini dikenal sebagai sosok ulama yang gigih dalam mengabdi di NU. Sejak muda hingga menjelang wafatnya, tetap istiqamah aktif di berbagai kegiatan NU.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq, mengatakan, bahwa kiprah Kiai Muqsith di NU patut diteladani. Sebagai Mustasyar di PWNU Jawa Timur dan PCNU Sumenep, Kiai Muqsith mampu mengemban amanah tersebut dengan baik.

Sebelum wafat, putra KH Idris Syarqawi ini menyempatkan diri hadir ke acara pelantikan PWNU Jatim di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang beberapa bulan lalu. Meski harus dibantu dengan tongkat dan kursi roda serta didampingi beberapa santrinya.

”Sosok yang alim dan allamah ini, di usia 90 tahun masih aktif hadir di berbagai acara NU, baik NU di Sumenep maupun di Jawa Timur. Lalu bagaimana dengan [aktivis NU] yang muda-muda hari ini?” ungkap Kiai Pandji saat dikonfirmasi NU Online Sumenep melalui sambungan telepon, Jumat, 14 Februari 2025.

Semangat pengabdian yang terus menyala itu, lanjut Kiai Pandji, hendaknya dijadikan contoh bagi aktivis NU di Sumenep saat ini yang masih muda-muda. Setiap acara yang digelar PCNU Sumenep, kata Kiai Pandji, Kiai Muqsith selalu hadir selama kesehatannya tidak terganggu.

Di masa muda, diceritakan Kiai Pandji, Kiai Muqsith giat menyiarkan NU lewat seni hadrah. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain membawa misi perjuangan NU lewat media kesenian hadrah.

”Abah beliau, Kiai Idris bin Syarqawi tokoh NU. Kiai Muqsith sendiri aktif di NU sudah sejak muda. Beliau dulu juga aktif menyiarkan NU lewat kesenian hadrah. Sampai ke daerah Pakong, Bluto dan sebagainya,” tandasnya.

Dirinya pun berharap, kiprah perjuangan Kiai Muqsith betul-betul diteladani oleh para aktivis muda NU saat ini. Sebab spirit perjuangan tak pernah surut meski kondisi kesehatan menurun karena faktor usia.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga