Image Slider

Ngaji Virtual LKKNU, Kiai Pandji: Ketahanan Keluarga Adalah Keutuhan Bangsa

Batuan, NU Online Sumenep

Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Ngaji Virtual Keluarga Maslahah an-Nahdliyah dengan menghadirkan Dr. Nur Rofiah, Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta dan Founder Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI), sebagai pemateri. Kegiatan ini bertempat di lantai 2 kantor PCNU Sumenep, Kamis (24/12/2020).

Kegiatan yang dikemas dengan sistem online dan offline ini merupakan kegiatan LKKNU yang bekerjasama dengan Rahima Jakarta, Mubadalah.id dan Lingkar Baca Swara Rahima Annajah Matanair. Sedangkan untuk teknis, pihaknya bekerjasama dengan Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PCNU Sumenep, NU Online Sumenep dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sumenep.

Di kesempatan itu, KH. A. Pandji Taufiq menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terobosan yang dilakukan oleh LKKNU. Karena telah memberikan pengajaran dan ilmu kepada nahdliyin tentang pentingnya peran keluarga dalam kemaslahatan kehidupan sosial.

“Kami sangat bangga atas upaya yang dilakukan oleh LKKNU ini. Karena bagaimanapun, keluarga adalah madrasah pertama (Madrasatul Ula) bagi setiap manusia. Jika pendidikan dalam keluarga itu baik, maka Insya Allah output-nya juga baik. Demikian pula sebaliknya,” ungkap Ketua PCNU Sumenep ini saat memberikan sambutan.

Menurutnya, membangun keluarga yang maslahah itu perlu didorong oleh semua pihak. Dari titik itulah tatanan kehidupan sosial yang berkeadaban dimulai. Sehingga dari keluarga-keluarga maslahah itulah lahir generasi-generasi bangsa yang memiliki kontribusi besar untuk negara tercinta ini.

“Ketahanan keluarga merupakan tonggak awal keutuhan bangsa,” tegas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Kiai Pandji, sapaan akrabnya, berharap agar konsep keluarga maslahah itu bisa sampai kepada nahdliyin di akar rumput, yakni di pedesaan atau di tingkat ranting.

“Sehingga nantinya, keluarga masyarakat Sumenep secara umum, betul-betul menjadi keluarga yang diidam-idamkan. Sehingga jargon Sumenep sebagai kota santri yang santun sesuai dengan realitas yang ada,” ujar beliau sebelum mengakhiri penyampaian.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua LKKNU PCNU Sumenep, Ny. Raudhatun, bahwa keterlibatan keluarga sangat mempengaruhi terhadap tatanan kehidupan sosial yang lebih luas. “Keluarga yang mashlahah menjadi tonggak awal atas terciptanya bangsa yang baik,” imbuhnya dalam sambutan.

Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga