Manding, NU Online Sumenep
Setelah tiga bulan lamanya vakum karena kondisi pandemi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep kembali menggelar Bahtsul Masail Bulanan dan Konsolidasi Organisasi, di Pondok Pesantren Al-Bajigur Desa Tenonan Kecamatan Manding, Minggu (12/9/2021).
Acara tersebut berjalan dengan sukses dan penuh khidmat. Salah satunya berkat pengawalan dan pengamanan tiga lapis, diantaranya dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, dan Pasukan Penyelamat Umat (Penyu) Pesantren Al-Bajigur.
Keterlibatan Pasukan Penyu dalam pelaksanaan Bahtsul Masail dan Konsolidasi Organisasi PCNU Sumenep itu merupakan persembahan Pesantren Al-Bajigur yang secara langsung diamanahkan oleh Pengasuh, KH. Abdurrahman Al-Bajigur.
Salah seorang Pasukan Penyu, Sunni menuturkan bahwa pihaknya bersama pasukan lainnya langsung mendapatkan amanah dari Pengasuh untuk melakukan pengamanan pelaksanaan acara rutin bulanan itu.
“Kami mengabdi untuk Pesantren Al-Bajigur dan para kiai tentunya. Acara ini dihadiri oleh para Masyaikh pondok pesantren, kiai dan tokoh masyarakat, jadi sudah tanggungjawab kami untuk menjaga dan mengamankan,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep, di sela-sela aktivitasnya mengawal para kiai yang berdatangan.
Pria berambut panjang sebahu itu mengaku, menjadi bagian dari Penyu Ikbar merupakan satu bentuk pengabdian kepada kiai dan umat. Tak ayal jika dalam acara Bahtsul Masail dan Konsolidasi Organisasi PCNU Sumenep itu Pasukan Penyu tampil berkolaborasi dengan para pendekar NU.
“Namanya saja Penyu (Penyelamat Umat),” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Pasukan Penyu yang dirintis Pengasuh Pesantren Al-Bajigur, KH. Abdurrahman, juga turut berperan dalam misi kemanusiaan. Seperti menyantuni anak yatim setiap empat bulan sekali, ikut mengamankan kegiatan-kegiatan keagamaan di berbagai daerah, dan lain-lain.
Hadiri, Pria asal Kecamatan Bluto yang juga menjadi pasukan Penyu menceritakan, bahwa sampai saat ini, pasukan dengan seragam warna hitam dan baret merah itu telah berekspansi ke daerah-daerah lain, baik di Kabupaten Sumenep sendiri, maupun di luar.
“Pasukan kita juga banyak. Di Pesantren Al-Bajigur sendiri ada sekitar tiga puluhan. Sementara di daerah-daerah lain juga ada. Baik di Sumenep maupun di luar Sumenep,” ungkapnya menceritakan.
Acara Bahtsul Masail dan Konsolidasi Organisasi PCNU Sumenep itu dihadiri oleh jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Lembaga dan Badan Otonom (Banom).
Editor: Ibnu Abbas

