Batuan, NU Online Sumenep
Pada tingkat jamaah, kondisinya cukup memprihatinkan. Karena sampai saat ini dipinggirkan oleh kekuatan kapital. Seharusnya mereka mendapat perhatian dari semua pihak, mengingat sebagian besar warga NU berprofesi sebagai petani, nelayan, pedagang kecil, buruh, dan TKI yang survive dalam kemelaratan dan kemiskinan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Sumenep, merealisasikan amanat Konfercab dengan menggelar Lokakarya Penguatan Ranting NU. Yang pertama kali disapa adalah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding (21/3/2021), kemudian bergerak ke Lenteng (23/3/2021), lalu Manding dan Kalianget (30/3/2021) di sekretariatnya masing-masing.
Moh Ekoyanto menyatakan bahwa saat ini NU dikepung oleh gerakan gelombang Wahabisme jilid II. Misalnya ada beberapa masjid dijadikan basis penyebarannya, bahkan masuk pada sekolah melalui pembentukan organisasi pelajar.
Ketua Lakpesdam NU Sumenep tersebut mengutarakan bahwa lemahnya pemahaman tentang NU membuat jamaah tidak bisa membedakan NU dengan organisasi lain yang mengaku memiliki paham yang sama.
“Inilah yang melatarbelakangi kegiatan ini terlaksana. Apalagi hasil Muktamar NU ke XXX tahun 1999 di Lirboyo Kediri, isu penguatan ranting mencuat di tengah-tengah sidang, bahkan Konfercab Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tahun 2020, menetapkan penguatan ranting NU harus digerakkan,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh reporter NUOS di sekretariatnya, Rabu (31/3/2021).
Tujuan pengurus harian PCNU bersama Lakpesdam NU datang ke masing-masing MWCNU adalah ingin mewujudkan ranting yang kuat dan berdaya menuju An-Nahdlah Ats-Tsaniyah.
“Usai kegiatan ini, kami melakukan pendampingan dan monitoring kegiatan dalam upaya penguatan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dengan identifikasi dan pemetaan masalah serta kebutuhan organisasi,” sergahnya.
Dirinya berharap perkumpulan ini diistiqamahkan, karena bisa dijadikan forum evaluasi.
“Jalankanlah programnya sesuai dengan hasil lokakarya yang kami lakukan di masing-masing kecamatan. Jangan sungkan untuk berkomunikasi agar permasalahan di lapangan bisa ditemukan solusinya,” pungkasnya.

