Image Slider

Pengurus Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Resmi Dikukuhkan

Gapura, NU Online Sumenep
Pengurus Pelaksana Harian Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura Timur, Gapura resmi dilantik. Proses pengukuhan itu berlangsung di Masjid Baitussalam, Selasa (2/8/2022).

Sebanyak 25 santri yang ditetapkan sebagai pengurus pelaksana harian dan 10 santri sebagai pengurus kamar blok dibaiat langsung oleh Ketua Pengurus Pusat, K.A. Ruhan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, KH. A. Munif Zubairi mengingatkan tentang berbagai macam tipologi pengurus pesantren. Pertama, yaitu pengurus pesantren yang dengan penuh rasa tanggungjawab menjalankan tugas-tugasnya sebaik mungkin.

“Yang pertama ini pengurus yang benar-benar mengurusi alanyang menjadi tanggungjawabnya,” pesannya kepada para pengurus usai prosesi pelantikan.

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu melanjutkan, tipologi pengurus pesantren yang kedua adalah pengurus yang tidak menjalankan tugas dan amanah yang diberikan dengan baik.

“Pengurus ini hanya namanya saja pengurus. Namun tidak pernah mengurusi apa yang menjadi tanggungjawabnya,” tambahnya.

Kemudian yang ketiga, menurut Kiai Munif, sapaan akrabnya, adalah pengurus yang harus diurus, atau menjadi urusan pesantren. “Pengurus yang seperti ini bukan hanya tidak mengurusi tugas-tugasnya. Tetapi juga menjadi masalah bagi penguru ls lainnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kiai Munif berpesan agar para pengurus pelaksana harian yang dilantik harus tunduk dan patuh kepada pengurus pusat.

“Karena pengurus pusat ini adalah wakil dari keluarga besar KH. A. Zubairi Marzuqi, Muassis Nasy’atul Muta’allimin,” pintanya.

Ia pun mengingatkan bahwa setiap santri yang menimba ilmu di pesantren tidak lain untuk mendapatkan barakah dan ilmu yang bermanfaat. Sehingga, bagi Kiai Munif, taat dengan segala peraturan pesantren adalah syarat untuk mendapatkannya. Selain itu juga senantiasa istiqamah tawassul kepada orangtua, guru maupun pendiri pondok pesantren.

“Syarat memperoleh ilmu yg bermanfaat adalah taat sama peraturan pesantren, taat sama pengurus dan melakukan ibadah-ibadah lain dengan istiqamah, seperti rajin ziarah ke maqbarah pendiri termasuk para sesepuh,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga