Image Slider

Perempuan Ghirsereng

Oleh: Abdul Warits*

Berkali-kali kami tambatkan sesungging ranum senyum

di teluk pantaimu yang bergairah, surga dibangun

rumput yang berpagut kami tanam di kepala anak-anak

agar tetap tumbuh, bersemai menjelma biru iman

yang menyala pada samudra dada

 

Begitu asin keluarga kami

sebutir pasir dikorupsi, tanah-tanah dipinang

Ikan-ikan selalu kami dengar berteriak di tambak

hidup kami digerayangi amis kapitalisome

tetaplah kami bermain-main kecipak nasib

nenek moyang kami memang terlalu lugu

kasih sayangnya seringkali ditukar dengan harga diri

 

Lubuk hati kami digentayangi maut suami

di jantung kami berdetak garang ombak

bergemuruh bila mana perahu-perahu serupa rindu

memanggil dari seberang pulaumu yang terapung dalam angan

kami seringkali mengigau masa depan nelayan

nasibnya kini sedang jumpalitan

 

Kamipun bertabah seumpama karang-karang  yang diterjang larung ombak

batu-batu mengajari kami bertahan dari segala cobaan

pada kesabaran yang kami simpan di kedalaman nurani

gemuruh angin menggigilkan azam pedalaman

ingin beranjak ke kota-kota yang menjamin hidup

lebih perkasa dari masa lalu laut nusantara

 

Pagi-pagi sekali, kami riang bercumbu getir rindu

dari tangkapan selar suami, memancar di mata kami

keteduhan bersemayam pada hati kami yang binar

kami senantiasa menunggu  dekapan kekal

semenjak  malam-malam yang berlalu

hanya dipenuhi desir angin pesisir merasuk kalbu

 

Jantung kami seringkali mengarak gerak rindu

ke dalam lubuk jantung paling dalam

seluas samudra, kami mencintaimu dengan rindu membatu

dalam kidung asmaradana

kami mencintaimu sebagaimana laut tak pernah surut

menyayangimu seumpama karang dihempas gelombang.

 

Lalu, kami bertapa agar nestapa tidak begitu kentara

kami piara cemara-cemara, pepohonan kelapa yang menjuntai

keasrian kami jaga sepanjang pantai yang membentang

agar laut membimbing kami ke arah utara

sebab, cinta dan kasih sayang

kami tanam sejak laut mulai enggan dalam pelukan

 

Inilah jalan hidup kami,  memeluk pasir di antara asin air

Grujugan, 2019

 

[1] Perempuan Ghirsereng adalah perempuan yang bertempat tinggal di daerah pesisir pantai (Madura)

 *Puisi ini dinobatkan Sebagai Juara I Lomba Cipta Puisi ASEAN dengan Tema “Cinta dan Kasing Sayang” yang diselenggarakan oleh IAIN Purwokerto tahun 2020.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga