Image Slider

Peringati Harlah NU ke-98, NU Sera Barat Bluto Gelar Istighotsah dan Tausiyah Ke-NU-an

Bluto, NU Online Sumenep

Dalam rangka memperingati Hari Lahir atau Harlah Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sera Barat menggelar Istighotsah dan Tausiyah Ke-NU-an. Acara ini dipusatkan di Mushala Nurul Huda, Dusun Pandeman, Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Ahad (07/02/2021).

Selain dihadiri oleh seluruh anggota PRNU Sera Barat, acara ini juga dihadiri oleh KH. Yusuf Effendi Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, K. Izzul Muttaqin pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Sumenep, dan Ustadz Warri Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto. Selain itu, hadir pula Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, PR Muslimat, PR Fatayat NU, dan PR Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sera Barat.

KH. Yusuf Effendi menyampaikan, bahwa di era saat ini warga NU dituntut untuk dapat mencari formulasi yang selaras dengan persoalan riil masyarakat. Baik dalam hal pertanian, perekonomian, pendidikan, kesehatan dan yang lainnya.

“Hal tersebut penting dilakukan agar keberadaan NU dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa di NU jabatan struktural bukan suatu hal yang penting. Karena yang paling utama adalah kualitas dan kuantitas khidmah terhadap organisasi sosial keagamaan yang didirikan oleh KH M Hasyim Asy’ari tersebut.

“Siapa yang paling banyak mengabdi di NU, maka itu yang paling mulia di hadapan Allah. Tidak penting apapun itu jabatannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ustadz A Faisol Amir menuturkan, bahwa satu harapan penting atas diadakannya kegiatan ini ialah agar bisa menanamkan semangat yang tinggi dalam berjam’iyah, dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Dengan terus melakukan tradisi ala NU, diharapkan nantinya dapat memupuk rasa eman dan cinta kepada NU,” ungkap pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) MWCNU Bluto tersebut.                              

Tradisi-tradisi tersebut harus tetap dilestarikan dan ditanamkan kepada anak cucu sejak dini. Selain itu, penting pula untuk terus memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar tentang ke-NU-an.

“Supaya nantinya masyarakat yang sudah sejak awal melaksanakan amaliyah-amaliyah ke-NU-an tersebut, dapat tergabung dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga