Image Slider

Perkuat Literasi, MA Putra Nasy’atul Muta’allimn Gapura Gelar Talkshow

Gapura, NU Online Sumenep

Madrasah Aliyah (MA) Nasy’atul Mutaa’llimin Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep menggelar Talkshow Kelas Inspirasi pada Sabtu (10/09/2022). Agenda itu dipusatkan di halaman MA Putra Nasy’atul Muta’allimin Gapura.

Kegiatan yang mengusung tema “Kelas Inspirasi” ini diikuti oleh semua siswa MA Putra. Dihadiri juga oleh para guru, wakil kepala (waka), dan kepala.

Acara ini menghadirkan salah seorang alumnus MA Nasy’atul Muta’allimin tahun 2006, yaitu Abd. Warits. Dalam penyampaiannya, dosen INSTIK Annuqayah ini menyampaikan agar siswa memiliki totalitas yang mumpuni dalam berjuang.

“Jadi orang harus total, jangan marasè (tanggung),” ujar pria yang baru saja mendapat gelar Doktor dari Universitas Negeri Malang ini.

Dalam kesempatan ini ia mengaku; sebenarnya dulu ingin kuliah jurusan Akuntan ke luar Madura, tapi semua keluarga menentang, akhirnya dengan terpaksa ia kuliah di INSTIKA atas perintah orangtua.

“Walau kuliah dijalanani dengan keterpaksaan, namun pada akhirnya saya memiliki kesadaran sendiri,” akunya.

Ia juga bercerita perihal masa lalunya saat di MA Nasy’atul Muta’allimin ketika kelasnya ada di selatan masjid, saat itu ia berhadapan dengan ruang belajar yang terbatas tapi untungnya tidak stagnan, sehingga dirinya bisa bertahan dan mengembangkan diri sambil terus bersabar atas ujian.

“Bahkan ketika S3 ada ujian yang cukup berat yaitu ujian non akademik,” terangnya.

Berikutnya ia menjelaskan tentang perbedaan sekolah dan kuliah. Kuliah itu nyaman, “bebas” tapi tidak cukup belajar di kelas, karena 20% di kelas sisanya di luar. Wawasannya banyak ditentukan oleh kegiatan belajar mandiri, membaca sendiri, hingga akhirnya menjadi dosen tahun 2015 sejak lulus S2. Setelah itu, dirinya harus mengabdi selama 2 tahun untuk menjadi dosen tetap yang sah.

“Kunci sukses itu harus banyak bertanya, suka membaca amalan-amalan, saya dulu pernah melakukan kegiatan rutin keliling asta se-Desa Gapura Timur. Yang biasa dilakukan setelah shalat maghrib dan setelah subuh adalah berziarah ke asta Kiai Marzuki dan rutin mengaji Al-Qur’an,” ungkapnya.

Di akhir materinya, Warits mengingatkan siswa bahwa tekun saja tidak cukup, tapi juga harus ada kegiatan tirakat dan minta doa kepada orang tua.

“Jangan menyerah. Biar kalian menjadi siswa yang rajin dan sukses di masa depan,” pungkasnya.

Pewarta: Matroni Muserang
Editor: A. Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga