Ahmad; Cinta Paling Kasih
Cintamu mendebar dalam doa
Meringkus amarah memerah
Cintamu adalah waktu dalam tubuh
Pada setiap menit, detik tak bertumpu
Kasihmu mendarah
Bersama denyut nadi berdedah
Duka terkulai diredam rindu
Jasadnya dingin, ranum di pelukmu
Wahai Ahmadnya Aisyah
Pada jemarimu tersemat selamat
Digenggam olehmu kelopak malam merekah
Yang sehabisnya nyala rindu terang sangat
2021
Sehabis Tarawih
Selepas tarawih malam itu
Aku berteduh di bawah langit
Dari hujan luka dan gusaran rindu
Dari ketebalan angkuh yang menjangkit
Benar-benar tubuhku sehat
Malam membawa rembulan rehat
Sementara aku lelap pada sunyi yang bidang
Bersama riuh angin, membacakanku puisi riang
Aku mau bermimpi satu malam saja
Untuk kujauhi rentetan ketidaksenangan yang menggumpal di dada
2021
Kopi Seduhan Ayah
Ayahku menyeduh kopi
Perlahan dan penuh hati
Biar selamat sampai jantung
Melewati rongga rindu di tenggorokan paling ujung
Kopi hitam melebur dalam tubuhnya, pekat
Menggumpal menjadi tekad
Sampai akhirnya memenuhi ingin
Kopi penubruk segala mungkin
2021
Novi Nur Islami, mahasiswi IAIN Madura asal Sumenep. Kelahiran tahun 2000. Beberapa karya dimuat dalam media cetak : Radar Madura, Pos Bali, Harian Rakyat Sumbar, maupun media daring : Tembi.net,dll. dan dalam antologi bersama : Mei Puisi Bersemi(2021), Lurus Jalan Ke Payakumbuh(2021), Kebaya Bordir untuk Umayah(2021), Hujan Pertama di Bulan Purnama(2021), dll. Penulis bisa dihubungi via Email : novinurislami05555@gmail.com Ig: @noviihs20_ WA : 087857098412

