ZIKIR
ku peluk pagi
Kuhirup wangi kopi
Kulupa sejenak bau tubuh
Yang hinggap di zikirku malam tadi.
PENDOSA
Rentan sudah tubuh ini
Tinggal tulang berjalan
Beribu sesat dilakukan lupa akan pembalasan
Hidup rasa mati,temaram menunggu tuhan
menjemput untuk pulang.
HIKAYAT MAUT
Lengking gagak hinggap mengutuk bayang
Menyumpahi usia lekas senja
RITUAL NYONYONSON
1/
Senja menjelang petang
Terbuka Jumat sakral
Arwah leluhur menyapa hati
Dengan doa paling sunyi ku persembahkan
2/
Selanjutnya ritual dhupa
Membakar hati yang kerap lupa
Siapa aku dan siapa leluhur dalam kubur
Ku awankan asapnya
Pada pintu-pintu sampai celah jendela
Sebagai tanda pengantar jiwa mengingat mereka
Melalui doa
3/
Dhupa mengasap sampai hidung
Leluhur tercium sampai dada
Ia pasti bahagia cucu merawat dengan doa.
RITUAL LAMARAN
1/
Terik hari lelaki itu bersiap
Berbaju apik berawak tegap
Bersama keluarga mobil melesat menuju pelabuhan
Di perjalanan tak hentinya merapal harap
Supaya tak gugup serta lancar segala pesta
2/
Apakah kau tahu, lelaki desa seberang
Bertamu di pulaumu mengecap asin pada laut
Menuai permata pada beriak mencicipi jamuan pertunangan
3/
Di masjid sederhana samping rumah mertua
Ia timba air tanahmu membasuh muka harap luntur bersama dosa
Menyembah kuasa dengan syukur sebab di impi telah terkabul
Saat hari mulai senja
Lelaki itu pulang ke seberang menuju pelabuhan
Antrian panjang menyita sembahyang.
*)Lahir di Gapura, Sumenep, pada 04 Desember 2002. Santri aktif PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif menulis di Forum Kepenulisan KOMPAS (Komunitas Menulis Pasra), MATA PENA, dan berdiam di Kamar Literasi (B/16).

