Batuan, NU Online Sumenep
KH Hafidzi Syarbini, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengatakan, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena mengharap ridha Allah SWT, maka ia bersih dari dosa-dosa seperti halnya bayi yang baru lahir ke dunia.
“Rasa lapar dan dahaga, menghindari perbuatan jelek selama bulan suci itu, agar seseorang merasa punya hati. Sentral manusia ada di hati,” tuturnya di acara silahurrahim dan buka bersama di aula setempat, Ahad (01/05/2022).
Dikatakan pula, menusia memiiki organ tubuh yang fungsinya sangat beragam dan digunakan untuk bekerja. Namun hakikatnya, Allah SWT tidak menilai bentuk pekerjaannya, tetapi sejauh mana kebersihan hatinya.
“Mari kita sama-sama berbenah diri. Makanya di bulan Syawal dikatakan bulan peningkatan. Sehingga manusia kembali pada naluri kesuciannya. Tak heran umat Islam menyempurnakan ibadahnya dengan berpuasa Syawal,” imbau alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.
“Sebagaimana hasil rukyatul yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), anak bulan terlihat dengan posisi sudut elongasi 6,4 derajat. Dengan demikian, besok Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.

