Nonggunong, NU Online Sumenep
Ratusan Nahdliyin menghadiri acara Ansor Bershalawat yang digelar Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sokarame Pesisir, Nonggunong. Agenda yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Tahun Baru 1444 Hijriyah dan 1 Abad NU itu dipusatkan di Balai Desa Sokarame Pesisir, Kecamatan Nonggunong, Sumenep, Jum’at (29/07/2022).
Ketua PR GP Ansor Sokarame Pesisir, Masburhan mengajak kepada jamaah yang hadir untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal kelak di hari pembalasan. Ia juga mengajak kepada kader Ansor untuk tetap berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar.
“Mari kita bersama-sama bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, agar ajarannya bisa kita bumikan di Desa Sokarame Pesisir Kecamatan Nonggunong Sumenep ini,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan, bahwa ciri-ciri akhir zaman sudah begitu nyata di depan mata, salah satunya adalah surutnya air di Danau Tiberias, Nonggonung. Untuk itu, pihaknya mengaku terus responsif terhadap gejala-gejala negatif yang terjadi di masyarakat.
“Kegiatan shalawatan ini juga menjadi upaya mendinginkan dan mengobati hati, agar perbuatan yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Di samping itu, Burhan berharap agar kader Ansor terus melakukan upaya untuk memakmurkan masjid di wilayahnya masing-masing, salah satunya dengan melaksanakan shalat berjamaah dan pengajian.
“Pemuda Ansor jangan terjebak dalam pusaran pergaulan yang kurang baik demi kepentingan sendiri atau kelompok sendiri. Jangan menimbulkan perpecahan umat,” tegasnya.
“Mari kita jadikan momen tahun baru Islam 1444 Hijriyah ini sebagai ajang memperbaiki diri menuju Ansor Desa Sokarame Pesisir lebih baik dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Diketahui, hadir dalam kegiatan itu di antaranya pengurus MWCNU Nonggunong Ustadz Hasan, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sokarame Pesisir Kiai Fadal Sunni, dan Penasihat PR GP Ansor Sokarame Pesisir.
Turut hadir pula Kapolsek dan Posramel Nonggunong, Aparatur Desa Sokarame Pesisir, serta kurang lebih 300 warga sekitar.
Editor: A. Habiburrahman

