Pragaan, NU Online Sumenep
Ada banyak cara yang dilakukan oleh rekan dan rekanita dalam merayakan hari lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang ke-67 serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-66 tahun ini. Sebagian mengemas momentum spesial ini dengan kegiatan spiritual seperti istighatsah, sosial, ada pula yang mengisinya dengan kegiatan edukatif guna memperluas wawasan kader dan anggota.
Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Jaddung Kecamatan Pragaan menjadi salah satu contohnya. Rekan dan rekanita di Ranting tersebut menggelar Talk Show yang bertempat di Aula RA Arrahmah Senin (8/3/2021) siang kemarin. Acara dimulai pada jam 13 00 WIB dengan dihadiri sejumlah kader IPNU dan IPPNU baik dari tingkat ranting, anak cabang, hingga Pimpinan Cabang.
Rekan Zaynullah selaku ketua PC IPNU Sumenep menjadi pembicara pada Talk Show yang mengambil tema “Membangkitkan Eksistensi IPNU-IPPNU Era Millenial”. Dalam penyampaiannya, ia selalu mewanti-wanti para kader untuk senantiasa meningkatkan loyalitas kepada Nahdlatul Ulama, bangsa dan negara. “Ketika kita sudah merasakan bahwa kita ini NU, maka tugas kita harus merawat dan juga menjaganya,” pintanya tegas.
Hal tersebut juga diamini oleh Rekan Yusril Efendi yang menjadi ketua panitia kegiatan tersebut. “Digelarnya acara ini karena kami melihat pemuda masa kini mulai lemah militansinya kepada organisasi. Barangkali dengan adanya acara pada siang hari ini eksistensi rekan rekanita bangkit bisa bangkit kembali, dan semangat mengabdinya bisa terus ditingkatkan,” ujarnya saat sesi sambutan.
Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Pembina PR IPNU IPPNU Jaddung, Moh. Qudsi. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja para kader. “Sesuatu itu bisa sempurna ketika kita bisa merasakan kenyamanan, dan saya sangat bangga sekali kepada Pengurus Rating jaddung karena sudah memberikan hal yang luar biasa” ujar pria yang kini menjadi pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Sumenep itu.
Pewarta : Zainal Abidin
Editor : Ach. Khalilurrahman

