Gapura, NU Online Sumenep
Rapat Anggota perlu dilakukan untuk dilakukan pemilihan ketua baru. Proses ini merupakan salah satu media untuk menyegarkan dan menjaga keberlangsungan regenerasi dan kaderisasi agar tetap berjalan dalam suatu organisasi.
Atas dasar itulah, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batudinding, Gapura, Sumenep melaksanakan Rapat Anggota untuk memilih ketua baru. Rapat anggota ini di tempatkan di Yayasan Manhalul Irfan, Batudinding, Gapura, Ahad (22/11/2020).
Dalam kesempatan ini, Asy’ari Buzairi mengatakan, bahwa Ansor adalah wadah bagi para pemuda untuk berproses dab berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU). “Eman-eman jika para pemuda hanya kumpul-kumpul tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, hanya kumpul-kumpul untuk main game, dan lain sebagainya,” ujar Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PR GP Ansor Batudinding periode sebelumnya ini.
Sementara itu, Rukib juga menegaskan, bahwa jadikan Ansor ini sebagai kesempatan untuk menjadi santri Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. “Karena ketika kita termasuk golongan santrinya, insyaallah akan husnol khotimah beserta keluarganya,” jelasnya.
Wakil Ketua Bidang Olahraga dan Seni Budaya tersebut menambahkan, bahwa di Ansor itu tidak mencari apa-apa yang sifatnya duniawi. Melainkan dituntut untuk bersama-sama dalam menghidupkan organisasi.
“Di Ansor itu tidak ada gaji atau honornya. Tapi kita sumbangan untuk memajukan Ansor dan berkegiatan sebagaimana pada umumnya,” tegasnya.
Di sisi yang lain, Ketua MWCNU Gapura KH. Moh. Alwi meminta, bahwa agar Ansor Batudinding secepatnya melengkapi kepengurusan dan melakukan pertemuan rutin, agar sama dengan Ranting Ansor yang lain.
Untuk diketahui, dalam helatan ini ada tujuh anggota rapat yang muncul dalam bursa pemilihan bakal calon. Sementara yang masuk calon ketua dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya ada 4 orang, yakni Moh. Rusydi dari Dusun Tembing, Marhawi dan Wardi dari Dusun Laok Lorong, serta Syaiful Bahri Dusun Daja Lorong.
Seusai dilakukan proses pemilihan, akhirnya Moh. Rusydi mendapat 16 suara, Marhawi 10 suara, Syaiful Bahri enam suara dan Wardi lima suara. Suara terbanyak ditetapkan sebagai ketua terpilih oleh forum.
Kontributor: Aribuddin Malik
Editor: Ibnu Abbas

