Kota, NU Online Sumenep
KH. Muhammad Ali Fikri A. Warits Ilyas resmi disahkan sebagai nakhoda Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumenep masa bakti 2021-2026 didampingi M. Syukri sebagai Sekretaris dan Juhari sebagai Bendahara.
Keputusan ini tertuang dalam SK DPP PPP nomor 0431/SK/DPP/C/I/2022 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Sumenep, tertanggal 26 Januari 2022.
SK yang ditandatangani Ketum H. Suharso Monoarfa dan Sekretaris Jenderal DPP PPP HM. Arwani Thomafi, juga melapirkan SK personalia pimpinan Majelis Syariah, Ketua dijabat KH. Muqsith Idris dan Sekretaris Drs. KH. Syafi’ie Ansori.
Pada pimpinan Majelis Pertimbangan, ketua H. Subaidi dan sekretaris K. Moh. Washil Khalid. Sedangkan pada posisi majelis pakar, ketua KH. Saiful Bari dan sekretaris Moh. Hasan.
Sekretaris DPC PPP Sumenep M. Syukri membenarkan dan bersyukur atas terbitnya SK DPP PPP tersebut. Menurutnya, sosok Kiai Fikri merupakan figur kiai muda yang sangat mumpuni dan bisa membesarkan PPP Sumenep ke depan.
“Beliau sangat berpengalaman dalam dunia politik, pengalaman di organisasi apalagi kita ketahui beliau seorang Pengasuh Pesantren besar di Sumenep, Annuqayah,” katanya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep pada Sabtu, (05/02/2022).
Pihaknya menambahkan setelah ini pertama-tama yang akan dilakukan adalah menggelar konsolidasi internal dan eksternal.
“Kita akan konsolidasi dengan kepengurusan DPC PPP Sumenep, kiai kiai pondok pesantren dan kiai kiai kampung,” katanya.
Sementara itu, Bapak Asy’ari Muthar, Ketua Panitia Muscab DPC PPP menegaskan bahwa KH. Moh. Ali Fikri memiliki potensi bagus untuk membesarkan PPP Sumenep.
Hal tersebut dilihat dari antusias 28 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP dalam mengusung kiai Fikri dan disambut baik oleh DPP PPP di Jakarta dan DPW PPP Jawa Timur.
“Itu terlihat dari semangat PAC-PAC dalam mengusulkan beliau sebagai ketua DPC. Insya Allah semangat itu akan berbanding lurus dengan elektabilitas PPP di Sumenep,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Lebih lanjut, ia mengatakan sangat optimis dengan kepengurusan DPC PPP Sumenep saat ini. Karena, menurutnya kepengurusan DPC PPP sekarang ini mengakomodir dari berbagai elemen pesantren dan non pesantren.
“Elemen pesantren, seperti Annuqayah, Banyuanyar Pamekasan, Batabata Pamekasan, Sarang Rembang, Sukorejo, dan lain-lain sudah terakomodir. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan bahwa PPP besar dan dibesarkan oleh komunitas pesantren,” pungkasnya.

