Pragaan, NU Online Sumenep
Ada yang unik saat Bahtsul Masail dan Konsolidasi Perkumpulan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep yang dipusatkan di Pondok Pesantren At-Thohiriyah Aeng Panas, Pragaan, Ahad (09/07/2023). Keunikan itu tampak pada hidangan minuman khas Madura dijadikan sajian pada musyawirin. Minuman yang menyegarkan itu adalah la’ang.
La’ang yang dibuat dari perasan bunga pohon siwalan atau lontar itu dimasak oleh panitia lokal, kemudian dikemas secantik mungkin. Kendati tanpa label, minuman itu menjadi primadona musyawirian yang datang dari berbagai kecamatan di Sumenep.
Secara medis, la’ang bisa memperbaiki ginjal, menyembuhkan asma dan impotensi. Sedangkan untuk daun lontar, warga menjadikannya sebuah kerajinan tangan yang berbentuk tikar, topi, timba dan cobbuk.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan KH A Junaidi Muarif mengatakan, tuan rumah sengaja menjamu musyawirin dengan minuman tradisonal ini. Selain itu, pengurus memberikan gambaran pada musyawirin bahwa Kecamatan Pragaan merupakan penghasil minuman la’ang dan gula cobbuk (gula aren).
“Kami berharap potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan ekonomi di Pragaan, mendapat dukungan dari banyak pihak,” ucapnya.
Selain la’ang, lanjutnya, panitia menyajikan ketela manis yang semalam direbus dengan air la’ang. Camilan ini bisa menjadi pengganti nasi, karena musyawirin banyak yang datang dari kecamatan yang berbeda, bahkan ada yang dari kepulauan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tuan rumah dan pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pragaan yang mensetting acara forum bulanan ini berbeda dengan MWCNU lainnya. Di tempatkannya musyawirin di bangku yang berplakat (bernama), maka akan mempermudah jalannya acara,” tandasnya.

