Kota, NU Online Sumenep
Setiap momen Idul Adha, tidak lepas dengan pemotongan hewan kurban. Yang lumrah di lapangan, pendistribusian daging dibungkus ke kantong plastik oleh panitian. Namun Pengurus Cabang (PC) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep membungkus daging dengan daun jati dan pisang.
Secara teori, plastik kurang baik untuk lingkungan sebab butuh puluhan tahun hingga ratusan tahun bisa terurai di tanah. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua NU Care-LAZISNU Sumenep Kiai A Quraisy Makki saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senin (03/07/2023).
“Bila daging kurban dibungkus pakai daun, ada aroma khas. Kalau pakai kantong plastik, tentunya aromanya berbeda. Itulah alasan kami mengenalkan pada Nahdliyin bahwa konsep acara ini bernuansakan lingkungan,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia merasa bangga kepada beberapa Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di beberapa daerah yang pemotongannya berbarengan dengan cabang, pendistribusiannya menggunakan daun. Bahkan dagingnya diantarkan secara door to door kepada mustahiq.
“Sekali lagi, sampah plastik berpotensi membahayakan kesehatan. Bila daging diambil dari kantong plastik, tentunya sampah plastik itu mencemari lingkungan. Untuk itu, kami mengimbau kepada warga untuk mengurangi sampah plastik dan menggunakan wadah alternatif yang dapat dipakai ulang,” pintanya.

