Image Slider

Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep Borong Piala di Ajang Gisanu II Jatim

Kota, NU Online Sumenep
Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU Sumenep borong lima piala di olimpiade Giat Santri Nusantara (Gisanu) II Jawa Timur. Ajang kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur itu dipusatkan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan, pada Ahad (3/7/2022).

Atas prestasi yang diraih itu, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sumenep, Kiai Majdi Tsabit mengapresiasi atas upaya yang dilakukan selama berlatih, hingga mampu memborong piala di lima kejuaraan. Ia berharap prestasi yang diraih menjadi awal yang baik untuk kemajuan Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep ke depan.

“Alhamdulillah, saya pribadi dan atas nama pengurus LP Ma’arif mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Kami bangga dan sangat mengapresiasi. Harapannya, semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk kemajuan Sako Pramuka Ma’arif ke depan,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Dalam ajang kejuaraan Gisanu II Jawa Timur itu, Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep mendelegasikan dua sangga, diantaranya Gugus Depan (Gudep) Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk dan Gudep Pondok Pesantren Tanwirul Hija, Lenteng. Keduanya mampu mengharumkan nama baik NU Sumenep setelah menyabet lima piala dengan kejuaraan berbeda.

Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep, A. Rafik mengatakan, lima kejuaraan tersebut meliputi harapan 2 Videografi sangga putri. Juara 3 olimpiade Aswaja, juara harapan 3 hantaran, harapan 2 yel-yel dan harapan 3 Videografi untuk sangga putra.

“Alhamdulillah, kita berhasil menyabet lima kejuaraan berbeda. Saya sangat bangga dengan delegasi Gudep Pesantren Annuqayah dan Tanwirul Hija yang telah mengharumkan nama baik Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep di tingkat Jawa Timur,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Wakil Ketua MWCNU Giliraja itu meyakini, bahwa juara yang diraih tidak lepas dari semangat dan kegigihan dalam berlatih selama mengikuti Gisanu II Jawa Timur itu. “Saya yakin semua tidak lepas dari semangat adik-adik dalam mengikuti giat yang disuguhkan panitia Gisanu II,” ujarnya.

Dari beberapa kejuaraan lomba yang disabet delegasi Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep, menurut A. Rafik yang menarik adalah olimpiade Aswaja. Hal itu sebagai bukti bahwa amaliah, fikrah, harakah dan ghirah santri di Kabupaten Sumenep sudah tertanam paham Aswaja an-Nahdliyah.

“Ini capaian luar biasa, satu hal lagi semoga bisa menginspirasi adik-adik pramuka lainnya terutama ghirah dalam ber-NU,” ujar Alumni Pesantren Nurul Islam, Bluto itu.

Pria yang saat ini tengah menempuh Pascasarjana di Institut KH. Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto itu bertekad akan menjadikan sangga Pesantren Annuqayah dan Tanwirul Hija sebagai julukan pramuka NU di tingkat MWCNU setara kwartir kecamatan, dan atau PCNU setara kwartir cabang.

“Ini juga bagian dari upaya kita bahwa NU dan pesantren tidak dapat dipisahkan. Mohon sambungan doanya untuk kemajuan Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep ke depan,” pungkasnya.

Pihaknya juga mengaku telah mengantongi beberapa data pesantren yang selama ini juga selalu andil dalam kegiatan kesakoan baik tingkat kabupaten, wilayah bahkan nasional.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga