Image Slider

Sambut Harlah NU, Siswi SMK Annuqayah Diingatkan Empat Nilai Perjuangan Masyaikh

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Nahdlatul Ulama (NU) adalah aset bangsa Indonesia. Semua pihak mengakui dedikasi dan keistikamahan jam’iyah ini. Kaum Nahdliyin dan Nahdliyat perlu bangga atas pencapaian tersebut.

Kebanggaan itu juga ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dengan melaksanakan upacara Hari Lahir (Harlah) NU secara khusus, Senin (31/01/2022).

Kepala SMK Annuqayah menunjuk Wakil Kepala Bidang Kurikulum sebagai pembina upacara Kiai M Sukran Hamidy dalam amanatnya mengajak para siswa untuk mengingat akar historis cikal bakal lahirnya NU.

Lebih lanjut, ia menceritakan tentang Komite Hijaz semacam kepanitiaan kecil ulama Indonesia yang diketuai KH Abd Wahab Chasbullah yang berani menghadap dan bernegosiasi langsung dengan pemerintah Arab Saudi.

“Ini tidak lain bukti nyata perhatian ulama Indonesia akan kegusaran umat Islam dunia akan sikap Raja Ibnu Saud yang menolak pluralitas mazhab. Kita tahu semua bahwa wahabi adalah paham yang dominan di jazirah arab,” tegas Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Sumenep ini.

Sekilas beliau menceritakan kiprah masyaikh Annuqayah di struktural dan khidmah pada NU. KH Moh Ishomuddin AS dan KH Ahmad Basyir AS dua kiai Annuqayah yang pernah menjabat Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. KH M Tsabit Khazin pernah menjabat Ketua PCNU Sumenep.

Ia menyebutkan nama kiai-kiai Annuqayah lain dan kiprahnya di NU seperti KH A Warits Ilyas, KH Abd Muqsith Idris, KH Abd Basith AS, KH Abd A’la, Kiai Ainul Yaqin dan kiai-kiai lainnya.

“Bahkan hingga detik akhir hayat KH Ahmad Basyir AS masih berstatus sebagai Rais Syuriyah PCNU Sumenep,” imbuhnya.

Menurut salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Lenteng Barat tersebut mengajak para siswa untuk meneladani para muassis NU dan Masyaikh Annuqayah setidaknya dalam 4 hal.

Pertama, mentradisikan lagi istikharah dan isytisyarah dalam mengambil keputusan hidup sebagaimana pendiri NU dulu melakukan hal ini kepada Syaikhona Muhammad Khalil Bangkalan. Kedua, konsistensi dakwah. Karena keistikamahan beliau-beliaulah jam’iyah NU keberadaannya nyaris berusia 1 abad. Ketiga, peduli dan mau berbuat untuk kepentingan umum. Keempat, ketundukan pada kiai atau guru.

“Komite Hijaz adalah bukti konkret kepedulian ulama-ulama Indonesia. Sebaik apapun rencana hidup kita perlu minta ridha dan restu guru,” tambahnya.

Diketahui, dalam memeriahkan harlah NU, para siswa SMK Annuqayah juga diajak untuk ziarah ke Makam KH M Ilyas Syarqawi yang dicatat sebagai pengemban amanah langsung pendirian NU di Sumenep dari guru beliau Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari selaku pendiri NU.

Bapak Riyadi, Kepala SMK Annuqayah dalam sambutannya meneguhkan apa yang sudah disampaikan oleh pembina upacara.

“Tidak alasan bagi kita, santri Annuqayah untuk tidak merayakan harlah NU. Karena NU Sumenep lahir dari pesantren kita, Annuqayah,” pungkasnya.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga