Image Slider

Sang Syahid KH Abdullah Sajjad dalam Kesaksian Seorang Santri (Bagian 3)

Oleh: K Ahmad Fauzan Rofiq

Dan Darah Itu…
Sesampainya di Kemisan, tepatnya di Kantor Kecamatan sekarang, Kiai Sajjad diinterogasi oleh Belanda. Awalnya Belanda menggunakan cara halus, dengan merayu. Menurut kabar, jika beliau tunduk pada Belanda, maka beliau akan tetap dikukuhkan sebagai kepala desa. Namun beliau tidak mau.

Lalu dengan pongahnya, Belanda menggertak Kiai Sajjad, tapi lagi-lagi beliau tetap tidak bisa ditundukkan. Rupanya beliau tetap bersikeras untuk menentang kehadiran Belanda di Bumi Pertiwi yang nyata-nyata sudah memproklamirkan kemerdekaannya.

Karena tidak mempan dengan rayuan dan gertakan, Belanda pun menggunakan cara pamungkas, yakni mengeksekusi Kiai Sajjad. Tanpa rasa gentar sedikit pun, beliau mau menerima konsekuensi dari sikap nonkooperatifnya itu dengan dua syarat, yakni: Pertama, jika beliau sudah dieksekusi, maka Belanda harus angkat kaki dari Guluk-Guluk. Kedua, beri beliau kesempatan untuk shalat sebelum dieksekusi. Belanda berjanji akan memenuhi kedua permintaan Kiai Sajjad tersebut.

Malam itu, suasana di Kemisan benar-benar kaku dan mencekam. Masyarakat tidak ada yang berani keluar rumah dan menampakkan diri karena Belanda memberlakukan Jam Malam. Mereka hanya mengendap-endap di kegelapan malam.

Kiai Sajjad dibawa ke sebuah tanah lapang. Di tempat yang sudah ditentukan oleh Belanda, Kiai Sajjad melaksanakan shalat sunnah. Beliau shalat dengan sangat khusyu’. Belanda hanya mengawasi dengan seksama. Setelah salam, Kiai Sajjad berdiri dan shalat lagi. Terus begitu sampai beberapa salam.

Serdadu Belanda mulai gusar dan tak sabar menunggu shalat yang tak kunjung selesai itu. Merasa dipermainkan, seorang serdadu Belanda mengambil sikap seraya mengokang senjata laras panjangnya. Ia membidik Kiai Sajjad yang sedang shalat dari jarak yang sangat dekat. Dan…

Dor dor dor…!!!

Tiga tembakan senapan menyalak memecah keheningan malam. Darah bersimbah membasahi sekujur tubuh Kiai Sajjad. Tiga butir timah panas menerjang menembus dadanya. Tubuh itupun tersungkur dalam posisi sujud menghadap Sang Ilahi.

Oh… Darah itu…!
Demi melepas belenggu Ibu Pertiwi…
Dan masa depan anak-anak negeri…
Sang Syahid itu rela mengorbankan diri…
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…!

Belanda tersenyum puas melihat jenazah Kiai Sajjad, dan di balik rimbun semak-semak di sana ada beberapa pasang mata yang tersenyum dalam.

Menurut Kyae Rahman, tempat shalat sekaligus tempat eksekusi Kiai Sajjad adalah di sebuah tempat yang sekarang dibangun tugu pahlawan. Setelah wafat, tubuh Kiai Sajjad diseret dan dibuang ke pojok lapangan Kemisan, yang dulu pernah dibangun gardu dari kayu dan bambu.

Secara sembunyi-sembunyi, beberapa warga dan pihak keluarga ‘mencuri’ jenazah Kiai Sajjad untuk kemudian dibawa ke Pesantren Annuqayah. Bau wangi semerbak tercium dari darah Sang Syahid. Sesampainya di Annuqayah, jenazah beliau langsung dishalati di Masjid Annuqayah, Kiai Ilyas bertindak sebagai imam shalat. Darah dan air mata tumpah di bumi Annuqayah. Lalu jenazah beliau disemayamkan di selatan pesantren. Lahul fatihah…!

Begitulah kisah Sang Syahid yang wafat karena pengkhianatan bangsanya sendiri, bukan karena hebatnya penjajah. Memang, setiap perjuangan akan melahirkan pahlawan sekaligus pengkhianat. Tapi, setiap perbuatan akan memiliki konsekuensi tersendiri.

Terbukti, berkat perjuangan Sang Syahid, kini Annuqayah menjadi pondok pesantren terbesar di Madura. Tak kurang dari 10.000 santri yang menimba ilmu dan hikmah setiap hari di pesantren ini, mulai dari tingkat TK hingga PT.

Bahkan pesantren ini telah melahirkan ulama-ulama pejuang, di antaranya: RKH As’ad Syamsul Arifin (Pesantren Sukorejo) dan KH Djufri Marzuki (Pesantren As-Syahidul Kabir, Pamekasan), dan sebagainya. Wallahu a’lam bi al-shawab. Dirgahayu Republik Indonesia Tercinta!
[Selesai].

*) K Ahmad Fauzan Rofiq, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk Sumenep, sekaligus Pengasuh LPI Babul Ulum Nyalaran Pamekasan.

___________
Sumber: https://www.facebook.com/100003286128943/posts/2372491029537078/ dikutip Senin, 16 Agustus 2021, pukul 22.45 WIB.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga