Image Slider

Sejarah dan Amalan-Amalan di Hari Tasu’a dan Asyura

Gapura, NU Online Sumenep.

Tanggal 9 dan 10 Muharram menjadi momentum spesial bagi kaum muslimin. Dua tanggal itu lumrah disebut dengan Tasu’a yang berarti sembilan dan ‘Asyura’ yang berarti sepuluh. Di hari itu kaum muslimin banyak yang melaksanakan puasa sunah, bahkan sebagian besar mereka berlibur dari kegiatan rutinnya demi menghormati dua hari mulia itu dengan melaksanakan puasa dan menambah amalan-amalan.

Ahad, (15/08/2021) NU Online Sumenep mewawancarai K. Moh Fathor Rois, ketua Lembaga Falakiyah PCNU Sumenep untuk sepintas menjabarkan perihal Tasu’a dan ‘Asyura itu dari aspek sejarah, faedah, dan amalan-amalan yang berkenaan dengan hari mulia tersebut.

Dalam penjabarannya, K. Fahor menjelaskan bahwa puasa Asyura menjadi penebus dosa-dosa satu tahun yang telah terlewati. Sementara puasa Tasu’a hanya sebagai pembeda antara orang Islam dan orang Yahudi, karena orang Yahudi juga berpuasa Asyura.

“Puasa Asyura menjadi penebus dosa-dosa satu tahun yang telah lewat. Sementara puasa Tasu’a itu hanya sebagai pembeda antara orang Islam dan orang Yahudi, karena mereka juga berpuasa Asyura,” tuturnya.

Menurut beliau, sejarah Tasu’a dan ‘Asyura berawal ketika Rasulullah hijrah ke Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa Asyura. Beliau bertanya, “Mengapa mereka berpuasa pada hari itu?”. Mereka menjawab, “Hari itu adalah hari kemenangan Nabi Musa AS terhadap Fir’aun, maka Nabi Musa merayakan kemenangan itu dengan berpuasa”. Kemudian Rasulullah berkata, “Kalau begitu, kami lebih pantas untuk berpuasa”.

“Tentang puasa Tasu’a, Rasulullah memerintahkan agar tidak sama dengan puasanya orang Yahudi, sehingga umat Islam dianjurkan berpuasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya,” imbuh beliau.

Ditanya tentang amalan apa saja yang baik dilakukan di hari Tasu’a dan ‘Asyura. Lelaki yang telah menulis beberapa buku itu mengatakan, ada tiga amalan yang baik dilakukan pada saat tiba Tasu’a dan ‘Asyura, yaitu: 1. Puasa Asyura, 2. Menambah belanja untuk keluarga, dan 3. Membaca Hasbiyallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wani’man nasir sebagaimana keterangan yang masyhur.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga