Image Slider

Siswa Kelas Akhir MA Nasa Tempuh Pengabdian di Masyarakat

Gapura, NU Online Sumenep

Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin (MA. Nasa) Gapura Timur, Gapura, Sumenep mengarahkan anak didiknya menjalani pendidikan dan pengabdian di tengah-tentah kehidupan masyarakat selama satu bulan ke depan. Pendidikan ini dikenal dengan Masa Pengabdian Santri (MPS), yang dilaksakan setelah ujian semester/ penilaian akhir semester ganjil.

Siswa kelas akhir MA Nasa sebanyak 46 orang dibagi menjadi lima kelompok, dan pada Senin kemarin (21/12/2020), diberangkatkan menuju tempat pengabdian yang tersebar di lima desa, di antaranya: Desa Aengmerah, Nyabakan Timur, Legung Laok, Legung Daja dan Jenangger.

Dalam kesempatan ini, Suyuthi, Kepala MA Nasa melepas pemberangkatan secara simbolik yang disaksikan langsung oleh wali siswa peserta MPS.

“Belajar dan mengabdi di tengah-tengah kehidupan masyarakat itu adalah bentuk aplikasi atau pengejawantahan dari ilmu yang kalian dapatkan selama belajar di madrasah ini. Maka sangat dipandang perlu keterlibatan kalian dengan sungguh-sungguh di setiap dinamika sosial yang ada, tentu saja dalam hal yang positif,” tutur beliau, yang juga merupakan Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, dalam sambutannya.

 

Lebih lanjut, Alumnus Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu meminta kepada semua siswa yang akan berangkat ke tempat pengabdian, untuk selalu menjaga nilai-nilai kesantrian yang oleh masyarakat dikenal memiliki akhlak yang baik.

“Anda saat ini tidak lagi berbicara konsep dan teori-teori saja, melainkan sudah dihadapkan pada praktik langsung; bagaimana hidup dan membangun relasi di masyarakat. Tak usah formal-formal ketika di tempat pengabdian, kunjungi masyarakat dengan ala santri, bisa di jalan raya, kebun, sawah dan di mana pun,” pintanya.

 

Sementara itu, Khairul Umam, Guru Pembimbing Lapangan (GPL) MPS Kelompok 2 di Desa Legung Laok yang sekaligus penggagas pertama kali program MPS ini pada tahun 2006 lalu menuturkan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan ilustrasi ataupun miniatur dari kehidupan yang nanti akan dijalani dengan nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Mereka harus kita didik tidak hanya dengan teori saja, tetapi juga dengan instrumen-instrumen lain yang sekiranya bisa mendukung terhadap pembentukan jatidiri, karakter dan kepribadiannya. Salah satunya melalui pengabdian ini,” Tegas beliau kepada kru pcnusumenep.or.id

Wakil Sekretaris MWCNU Gapura dan Pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) PCNU Sumenep ini berharap agar semua peserta MPS bisa membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat, dan melakukan hal-hal inspiratif yang bermanfaat. Sehingga meski masa pengabdian telah usai, namun jejaknya tetap dikenang dan bahkan dilestarikan.

Pewarta : Aribuddin Maliki

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga