Image Slider

Terpilih Aklamasi, Ahmad Riyadi Pimpin NU Pasongsongan

Pasongsongan, NU Online Sumenep

Setelah melalui berbagai tahapan di sidang Konferensi dari sejak pagi, pada siang harinya sekitar jam 13.00 hari Ahad (27/12/2020), sidang pemilihan Rais dan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasongsongan digelar di Ranting NU Desa Campaka.

Kiai sepuh bernama KH. Muhammad Musthafa Mukammal terpilih sebagai Rais MWCNU Pasongsongan melalui sidang Ahlul Halli Wal Aqdi. Sedangkan Ketua dipilih secara langsung oleh peserta perwakilan ranting. Di tahap pencalonan, Bakal Calon Ketua bernama Ustadz Ahmad Riyani mengantongi 8 suara. Adapun calon yang lain ustadz Syarifuddin terpaut satu angka dibawahnya, yaitu hanya 7 suara.

Sidang yang dipimpin oleh K. Zainul Hasan dan Sekretaris sidang ustadz Ahmad Chalili tersebut kemudian meminta pernyataan kesediaan kepada kedua bakal calon.

Ahmad Riyadi menyatakan bersedia menjadi calon sesuai tata tertib yang sudah ditetapkan, namun demikian ustadz Syarifuddin justru menyatakan sebaliknya, tidak bersedia untuk dipilih sebagai calon.

Berdasarkan tata tertib yang diputuskan sebelumnya bahwa bilamana calon hanya terdapat satu orang, maka pemilihan dapat dilakukan dengan cara aklamasi.

“Tak ada pilihan lain, karena calon hanya satu orang, maka penetapan Ketua Tanfidziyah ini menggunakan aklamasi,” ujar Kiai Hasan selaku pimpinan sidang meminta kesepakatan musyawirin.

Serentak utusan ranting menyatakan aklamasi dan memberikan amanah organisasi kepada ustadz Ahmad Riyadi sebagai Ketua MWCNU Pasongsongan Masa Khidmat 2020-2025.

Adapun Tim Ahwa dalam pemilihan Rais antara lain: dipercayakan kepada KH Muhammad Musthafa Mukammal, KH Syaifuddin Khan, K Ahmad Fajar, K Zubairi, K Abdurrakhim.

Sementara tim formatur yang bertugas menyempurnakan kepengurusan antara lain: K Zubairi, K Syaifuddin, K Wahli, ustadz Yussalam, A Syarifuddin, A Ihsan, Abdul Gaffar.

Ditanya tentang kometmennya usai terpilih sebagai Ketua terpilih, Ahmad Riyadi menjawab bahwa dirinya akan memperkuat Ranting NU dengan cara menjalin silaturrahim dengan tokoh NU kultural untuk memperkuat aqidah, amaliyah, fikrah dan harakah nahdliyyin.

“Tak muluk-muluk, konsep tazawaru ba’duhum ala ba’din, terutama antar pengurus akan kami galakkan,” tandasnya dengan senyum tipis di bibir beliau.

Pewarta: Ach Subairi Karim

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga