Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Dalam meningkatkan kapasitas, mahasiswa semester IV Program Studi (Prodi) Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, merealisasikan praktik konseling yang dibimbing langsung oleh dosen pengampu, yakni Kiai Zamzami Sabiq Hamid, Senin (23/05/2022) di kelasnya masing-masing.
Kiai Zamzami menjelaskan, praktik menjadi konselor bagian dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh mahasiswa, seperti kemampuan mendengar dan nenyimak serta memberikan feedback saat konseling. Termasuk juga membuat orang yang konseling (klien) merasa nyaman.
“Dalam pertemuan ini, mahasiswa mempraktikkan teknik pembuka konseling dalam koseling yang dilakukan berpasangan antar mahasiswa,” ujarnya.
Praktik pada kesempatan kali ini difokuskan pada santri dengan berbagai permasalahan, seperti tidak kerasan dan bullying.
“Lingkungan pesantren sebenarnya bisa menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam psikoterapi Islam menuju tercapainya kesejahteraan santri yang positif,” ungkap Sekretaris Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep itu.
Tentunya hal tersebut harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam hal konseling dan psikoterapi.
“Untuk pesantren yang paling tepat adalah metode indegeneous dengan mengedepankan kekhasan pesantren. Karena keunikan yang dimiliki pesantren akan menjadi kearifan lokal bagi tercapainya konseling, ditambah dengan menggabungkan pendekatan psikologi kontemporer dan agama,” tandasnya.
Editor : A Warits Rovi

