Lenteng, NU Online Sumenep
Ach Nashiri, Guru Pendamping Lapangan (GPL) Posko 6 dalam kegiatan penelitian lapangan siswa Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk tahun 2022 meminta kepada siswanya untuk mengembangkan keilmuan yang telah diperoleh.
Penegasan ini disampaikan saat kegiatan penarikan dan penutupan penelitian lapangan siswa MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Senin (23/05/2022) di Balai Desa Ellak Laok, Lenteng.
Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyatakan tujuan penelitian yang sejatinya sebagai bentuk pengenalan lingkungan.
“Apabila nantinya peserta penelitian perlu datang kembali ke desa ini untuk menggali data yang kurang dan menyempurnakan hasil penelitiannya, sudilah kiranya bapak untuk menerimanya kembali,” pintanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada aparatur desa dan masyarakat setempat atas segala arahan, bimbingan, dukungan, dan fasilitas yang telah diberikan kepada siswa selama pelaksanaan penelitian di desa ini.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang tiada batasnya kepada aparatur desa dan masyarakat setempat, apabila ada tutur sapa, sikap, dan perilaku siswa yang kurang berkenan,” jelas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.
Di kesempatan yang sama, Munif yang mewakili Kepala Desa Ellak Laok, Lenteng mengutarakan, setiap desa di Kecamatan Lenteng memiliki potensi yang sangat beragam. “Bila dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin mampu untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat,” katanya.
Karenanya, yang mendesak dilakukan adalah perhatian baik berupa regulasi dan anggaran demi memastikan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Oleh sebab itu, kami berupaya untuk menggali potensi desa dengan baik guna meningkatkan taraf hidup warga,” tutur Kepala Dusun (Kadus) Duko Timur, Desa Ellak Laok, Lenteng itu.
Munif juga mengungkapkan, setiap desa memiliki potensi berbeda. Ekonomi masyarakat dapat berkembang dengan mengelola potensi di desa. Salah satunya menjadikan desa sebagai wahana rekreasi atau wisata desa.
“Saat ini telah banyak pemerintah desa yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengelola desanya menjadi desa wisata,” ungkapnya.
Menurutnya, potensi desa itu tidak harus tentang kekayaan alam, melainkan bisa dikembangkan dari sektor budaya, kuliner, dan potensi lainnya. Dengan demikian, setiap desa akan memiliki keunggulan berbeda dalam upaya menekan angka pengangguran.
“Kami berkeinginan bagaimana potensi desa ini bisa dikelola dengan baik. Salah satunya, dengan pembentukan desa wisata. Sudah banyak desa-desa yang lebih sejahtera setelah berhasil mengelola potensi yang ada,” pungkasnya.
Diketahui, siswa MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk melakukan penelitian lapangan dalam rangka menggali beragam potensi desa di beberapa desa di Kecamatan Lenteng yang dimulai pada Rabu hingga Ahad (18-22/05/2022).
Editor : Firdausi

