Kota, NU Online Sumenep
Di acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep mengutarakan, NU berada di penghujung 1 Abad, tepatnya pada 16 Rajab 1444 H. Yang melatar belakangi lahirnya NU terdapat 3 landasan.
“Pertama, landasan agama. NU lahir atas semangat menegakkan dan mempertahankan agama Islam di bumi Indonesia dan meneruskan walisongo,” ujarnya saat memberi sambutan di hadapan musyawirin, Ahad (19/06/2022) di Pondok Pesantren Tarate Selatan (Taretan) Pandian, Kota, Sumenep.
Kedua, lanjutnya, landasan nasionalisme. Dikatakan bahwa, NU lahir karena niat semangat, keinginan dan cita-cita untuk menyatukan ulama dan tokoh agama untuk bangkit melawan penjajah. Terlihat dari nama NU yang artinya kebangkitan para ulama yang dipimpin Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar.
“Konsepsi nasionalisme NU dapat dilihat lahirnya resolusi jihad. Dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kiai Hasyim Asy’ari atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendeklarasikan seruaan jihad fi sabilillah atau dikenal resolusi jihad. Salah satu poin pentingnya, pejuang yang mati di medan perang kemerdekaan, layak disebut syuhada,” ungkap Ny Eva.
Ketiga, landasan mempertahankan faham Ahalussunnah wal Jamaah. Artinya, NU lahir untuk membentengi umat Islam, khususnya di Indonesia agar teguh pada ajaran Islam Aswaja sehingga tidak terbawa dan tergiur dengan ajaran baru yang tidak dikenal pada zaman nabi, sahabat, tabi’in, dan ulama salaf.
“Sejarah telah mencatat bahwa, Islam salah satu kekuatan terbesar yang berada di garda terdepan dalam perjuangan bangsa bersama kelompok nasionalis. Jika berbicara kekuatan Islam dalam pergerakan nasional, maka tidak bisa dihindari bahwa kontribusi NU adalah yang terbesar, baik dalam perjuangan fisik maupun mempertahanakn nilai-nilai ajaran Islam di tanah air,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep itu menyatakan, di usia 99 tahun, sudah banyak yang dilakukan untuk menuju kebangkitan NU, diantaranya yang bisa dilihat dan dinikmati adalah di bidang pendidikan.
“Dulu untuk membangun sekolah dan Perguruan Tinggi (PT) sangat susah. Namun saat ini, hampir semua provinsi telah berdiri megah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU),” ucapnya.
Dijelaskan pula, keberadaan sekolah NU hampir merata di semua kabupaten. Sedangkan di sektor ekonomi dan keuangan, NU berkembang melalui Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) yang berdiri di hampir semua kabupaten di Jawa Timur yang berkantor pusat di Kecamatan Gapura, Sumenep.
“Ini membuktikan pengelolaan keungan Nahdliyin dipercaya masyarakat. Juga pelayanan kesehatan untuk masyarakat, hingga didirikannya Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) sudah bermunculan di berbagai daerah. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat semakin meningkat terhadap pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk ini menegaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus melakukan pembangunan di bidang kesehatan sebagai prioritas utama selain infrastruktur dan pendidikan.
Menuturnya, dengan penduduk yang mayoritas muslim dan didominasi Nahdliyin, membuat peran warga NU sangat strategis untuk mensukseskan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda).
Berkaiatan hal tersebut, sambungnya, ia mengajak pada pengurus NU, badan otonom dan Nahdliyin untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sumenep ke arah yang lebih baik dan maju. Hal ini penting, agar akselerasi pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud. Sebab kemajuan Sumenep tidak lepas dari sentuhan dan kontribusi NU.
“Mari kita lanjutkan dan pertahankan di masa yang akan datang. Semoga kebersamaan kita memberikan manfaat seluas-luasnya pada masyarakat,” pintanya.
“Atas nama Pemkab, selamat bermusyawarah. Mudah-mudahan menghasilkan produk kegiatan dan program yang bermanfaat untuk masyarakat dan jam’iyah. Mudah-mudahan menentukan program kerja yang selaras dengan program prioritas pembangunan di Pemkab. Karena NU merupakan mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan lebih baik dan maju,” pungkasnya.

