Image Slider

Bentuk PAR NU Darus Salam Karduluk, NU Pragaan Ingatkan Rapatkan Barisan Ulama

Pragaan, NU Online Sumenep

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Ahad malam (06/02/2022) membentuk Pengurus Anak Ranting (PAR) NU Darus Salam di Dusun Blajut, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.

Acara dihadiri oleh Wakil Ketua MWCNU Pragaan Kiai Jamali Salim, Sekretaris MWCNU Kiai Hambali Makhtum, Pengurus Ranting NU Karduluk Kiai Luqman Hamdi serta Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahmad Zubairi Karim.

Dalam arahannya Wakil Ketua MWCNU Pragaan Kiai Jamali Salim mengatakan bahwa peng-akaran struktur NU sampai ke tingkat dusun untuk merapatkan barisan menghadapi berbagai tantangan jam’iyah kekinian.

Selain itu untuk merangkul warga NU di akar rumput yang belum sepenuhnya ideologis dalam gerakan. Gaya Islam yang ramah dan santun, menurutnya harus terus dipelihara sebagai gaya dakwah ke-NU-an yang merupakan warisan nabi.

“Khalid bin Walid misalnya memerangi nabi tapi akhirnya bersama nabi bahkan menjadi panglima perang nabi karena Islam diajarkan oleh nabi dengan ramah,” ujarnya.

Selain itu beliau mengatakan bahwa ber-NU salah satunya berharap ingin diakui santrinya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari pendiri NU, yang berharap nantinya didoakan oleh beliau agar hidup khusnul khatimah bersama keluarga.

Kepandaian dan kealiman, katanya, tidaklah menjadi jaminan hidup seseorang khusnul khatimah. Kiai Barshisha adalah contoh dalam kitab yang merasa alim sendiri, dan mengandalkan amal perbuatannya.

Suatu saat ada orang tak dikenal beribadah lebih rajin bahkan mampu mengalahkan dirinya. Dalam dialog dengan orang tak dikenal itu, Kiai Barshisha mendapatkan data bahwa ia rajin ibadah karena diawali dari banyak melakukan dosa bahkan dosa besar.

“Sampean tak mungkin tekun sepertiku beribadah, karena engkau tak pernah berbuat dosa. Coba lakukan dosa besar, membunuh, zina dan mabuk pasti ibadahnya nanti rajin,” ujar guru senior Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Maka Kiai Barshisha pun tergoda dengan ajakan sedikit mabuk, ternyata ketika mabuk tak hanya sedikit, tapi mabuk banyak. Saat mabuk lalu berzina, dan akhirnya juga melakukan dosa membunuh untuk menghilangkan jejak perbuatan dosanya. Sampai akhirnya dihukum mati.

Sebelum dihukum mati lanjutnya, ia digoda lagi untuk melepaskan agamanya bersujud tidak pada Allah tapi pada orang tak dikenal tersebut yang dijanjikan akan menyelamatkan hidupnya. Yang kita tahu kemudian orang tak dikenal itu adalah Iblis yang menyamar.

“Cerita itu adalah gambaran kita tak bisa mengandalkan amal, tapi mengandalkan pengabdian bersama ulama agar didoakan khusnul khatimah dan kelak bersama ulama dibawah bendera KH M Hasyim Asy’ari,” pintanya untuk bergabung dalam struktur PAR NU Darus Salam Karduluk.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu mengatakan bahwa mengejar harta dunia tak boleh menjadi tujuan hidup, karena ‘Attakatsur’ saling memperbanyak dan membanggakan harta tak akan pernah menemukan akhir hatta zurtumul maqabir, sampai bertemu kematian.

Tak sampai di situ, bukan menumpuk harta, tapi harus berusaha mencari satu pekerjaan sosial yang mungkin tampak sepele, yang justru hal sepele itulah yang menjadikan seorang ulama mendapatkan rahmat Allah SWT.

“Gara-gara arrifqu bilhayawan (menyanyangi binatang), mengasihi lalat yang menumpang minum tinta salah seorang ulama, menjadikan ulama itu masuk surga. Ternyata bukan karena amal ibadah ritualitasnya, tapi terkadang pekerjaan sosial kemanusiaan. Nah ikut NU mengurus agama dan sosial kemanusiaan,” ujarnya.

Tak tahu amalan yang mana yang bisa menjadi perantara datangnya rahmat Allah SWT, tambahnya. Dalam ceritanya banyak ulama yang sengaja menyembunyikan diri dan amalnya dari manusia, ada juga yang terang terangan sebagai syiar agar jadi tauladan.

“Kita sama-sama tidak tahu yang mana amal kita yang diridhai Allah SWT. Barangkali bergabung dengan amal sosial ke-NU-an ini yang menarik tangan kita nanti ke surga,” tandasnya.

Selanjutnya rapat PAR NU dipimpin oleh Ahmad Zubairi Karim yang berdasarkan suara aklamasi memutuskan Rais Syuriyah PAR NU Darus Salam dipercayakan kepada Kiai Jufri Su’ud, Katib ustad Abd Rahiem, Ketua Tanfidziyah ustad Halifi, Sekretaris ustad Syaifur Rahman, Bendahara ustad Rahman H Syakir.

Editor: Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga