Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd A’la Basyir menyatakan, Bahtsul Masail dan Multaqo Bu Nyai Nusantara dan Muslimat NU se-Jawa Timur adalah wujud sinergitas antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Muslimat NU.
“Salah satu alasan peringkatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dipusatkan di Madura, karena Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pemegang kunci utama lahirnya Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Atas restu Mbah Kholil, NU lahir,” ujarnya saat memberi sambutan, Jum’at (04/03/2022) di Aula Asy-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.
Menurutnya, ibu nyai dan perempuan memiliki peran penting dalam pendidikan. Karena pendidikan pertama anak-anak ada pada pendidikan keluarga.
“Generasi milenial ditentukan oleh ibu sebagai madrasah pertama anak. Ibu nyai harus terdepan dalam mengawal pendidikan anak sambil berkhidmat di NU,” pinta Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu.
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee itu mengapresiasi kegiatan ini. Pasalnya panitia dan warga NU kompak menyiapkan acara hingga larut malam.
“Atas nama panitia dan tuan rumah, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada panitia dan elemen yang menyukseskan acara ini,” pungkasnya.

